Bersahabat Dengan Hujan


pulsar-220-terjang-banjir.jpgMusim hujan semakin akrab di akhir Januari ini. Sebagian kawan saya memprediksi curah hujan akan bertambah akrab di awal Februari, keakraban yang bisa berimbas genangan tak terkendali. Genangan yang akrab disapa BANJIR.

Mengapa kita harus bersahabat dengan hujan? Agar keakraban kita dengan musim ini lebih bermanfaat. Termasuk saat berkendara sepeda motor, kita tidak perlu takut hujan dan berhenti berjubel di kolong jembatan layang dan penyebrangan yang mengakibatkan macet. Siapkan raincoat atau jas hujan bagi pengendara sepeda motor di musim penghujan. Masa mampu beli sepeda motor puluhan juta, tapi tidak sanggup beli jas hujan. Mahal? Ah enggak juga. Jika membeli jas hujan yang cukup layak misal merk Axio, Rosida, Takachi, dan semacamnya dirasa mahal, ada jas hujan yang murah meriah kok. Harganya gocengan alias 5 ribu saja untuk atasan, kalo sama celana ya ceban alias 10 ribu. Ya kalo pembaca tidak malu, mosok naik motor batangan terbaru pakai plastik kresek 😀 .

Menembus hujan saat bersepeda motor sebenarnya memiki keasyikan dan kenikmatan sendiri. Bahasanya Mariah Carrey, “Through The Rain”. Play video di atas (padahal saya tidak tahu artinya 😀 ) saya jadi ingat Pengendara oplok-oplok yang demen nerobos hujan yang tinggal samping kuburan, bisa dibilang pengagum hujan. Selain itu, hujan diperlukan guna mempercepat proses ‘humusisasi’ sampah biopori yang dia kelola.

ayat al-quran yang menyatakan hujan adalah rahmat Allah swt

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran (Al-A’raf:57).

Oks, lanjut ngomongin hujan. Apakah pembaca pernah membenci hujan? Bahkan mungkin mencaci? Jangan sekali-kali diulangi ya. Karena hujan merupakan berkah dari Allah buat hamba-Nya. Hujan juga termasuk tentara Allah swt. Tentara?

ayat-hujan-perang-badar-al-anfal-11

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) (AL-Anfal:11)

Surat Al-Anfal ayat 11 diatas adalah ayat tentang kisah Perang Badar. Rasa kantuk melanda kaum muslimin setelah perjalanan jauh dari Madinah ke badar. Perjalanan dalam suasana perang dengan kaum kafir qurais yang dibantu kaum Yahudi dari suku yang membelot dari madinah. Awal perjalanan yang diikuti oleh 314 pasukan ini berniat menghadang kafilah dagang Abu Sufyan, tapi ternyata telik sandi kafilah tersebut tahu, dan melapor ke Mekah. Maka Abu Jahal datang ke Badar membawa pasukan seribu lebih.

Rasa kantuk yang datang setelah perjalanan jauh adalah nikmat sebagai rangsangan untuk tidur, istirahat agar esoknya badan lebih kuat dan siap bertempur. Hujan yang memandikan kaum muslimin ternyata meneguhkan hati, memantapkan langkah dan lebih percaya diri. Di sini dinyatakan bahwa huja mengusir gangguan syaitan. Gangguan syaitan ini kerap berupa malas dan enggan berjuang di jalan Allah swt. Pantaslah jika air hujan kerap menggantikan air zam-zam sebagai perantara rukyah.

Hujan juga melanda kaum musyrikin Quraisy di badar, tapi dari penuturan mantan kafir Quraisy perang Badar yang bertaubat dan menjadi mualaf mengaku, bahwa hujan di Badar saat perang tersebut begitu dahsyat, membuat pikiran kacau dan tidak fokus, menimbulkan ketakutan yang amat sangat, sehingga saat perang tidak konsentrasi, mereka kalah perang meski berjumlah berkali lipat.

Jadi akrabkan dengan hujan dan jangan sesekali mencela hujan. Hujan adalah nikmat. Jika hujan katanya bisa membuat sakit, hanyalah persangkaan semata. Air hujan yang turun dari langit tanpa perantara, alias langsung, diyakini setara air zam zam. Jika khawatir air hujan kotor, karena udara yang ada saat ini, tunggulah beberapa menit sebelum menembusnya.(tri)

—————————–

inspired : kajian Kuliah Duhur Masjid Baiturrahman Ancol oleh Ustad Dr. Imam Zamroji, Senin, 18 Januari 2016.

 

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Bersahabat Dengan Hujan

  1. Ping balik: My Trip, Sepeda Gunung Citatih Sukabumi | Triyanto Banyumasan Blog's

  2. Irawan berkata:

    Jalitheng… Kapan dikau dimutilasi?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s