Bersahabat Dengan Musim dan Cuaca


image

Kubuka jendela kamarku, biarkan mentari pagi bertamu, kunikmati kicau burung… Tralala… trilili…
Kuhirup udara pagi yang segar dan bikinku Hepi, dan siap menjalani smua yang tlah menjadi, tugas-tugas rutinku hari ini…
—————————————–
Ada yang suka lagu rap? Kalo suka tentu kenal dengan Denada. Maklum, rapper lokal tidak banyak. Stop. Kita tidak membahas rapper, tapi terkait lirik lagu di atas. Ada kata mentari dan udara. Dua kata yang menggambarkan panas dan angin. Keduanya bisa menjadi ciri musim dan cuaca yang ada di sekeliling kita. Musim panas atau kemarau dan berangin.

image

Mengapa kita perlu bersahabat dengan musim ini? Karena musim atau cuaca adalah anugerah dari Allah SWT. Kita tidak mungkin menghindar dari cuaca di lingkungan sekitar, baik langsung maupun tidak langsung (dalam ruang).
Kadang kita tanpa sadar mencela cuaca, misal karena angin kencang yang merobohkan/menumbangkan pohon, merontokan atap rumah, lantas kita mencercanya. Dalam setiap kejadian ada hikmahnya. Karen kita taat beribadah bukan berarti kita lepas dari ujian, lantas membandingkan dengan orang lain yang kurang taat bahkan kafir tapi sejahtera. Kejadian demi kejadian adalah ajang interospeksi diri dan mengetes kemantapan iman kita.
Termasuk angin kencang atau topan (kadang disebut puting beliung) yang kerap menjadi lantaran berbagai musibah. Jangan sekali – kali mencelanya, karena angin tersebut adalah tentara Allah SWT.

image

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-‘Aĥzāb):9 – Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.

Bahkan dalam Perang Khandak atau parit atau Perang Ahzab, Allah SWT mengirimkan tentaranya berupa angin topan yang memenangkan kaum muslimin atas kepungan kaum kafir.
Saat itu, tahun ke-5 Hijrah, Madinah yang berpenduduk sekira 3000 orang dengan berbagai suku dan agama, dikepung oleh pasukan kafir gabungan dari berbagai kabilah, tidak kurang dari 10 ribu pasukan. Apalagi ditambah penduduk Yahudi yang pada kesepakatan awal harus membela Madinah bersama-sama ternyata sekira 700 Yahudi dari bani Khuraizah berkhianat dan membelot membantu pasukan Kafir diseberang parit. Itulah mengapa mereka disebut Al Ahzab, karena merupakan gabungan dari banyak kabilah, bisa disebut pasukan multynasional.

image

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-‘Aĥzāb):10 – (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.

Siapa yang tidak takut dikepung oleh pasukan lengkap dengan jumlah berkali lipat selama hampir 1 bulan lamanya dalam cuaca dinhin yang ekstrim. Di atas kertas jelas pasukan kafir akan menang.

image

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-‘Aĥzāb):11 – Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.
Merinding dan ngeri akan hal yang mungkin menimpa membuat kaum muslimin berprasangka.
Tapi Allah memengkan dengan mengirim tentara berupa angin topan dan tentara yang tidak terlihat yaitu malaikat.

image

Angin topan memporak porandakan tenda dan segala perlengkapan kaum kafir, sedang malaikat menghembuskan ke dalam hati mereka, rasa tidak percaya sesama kaum kafir, hingga mereka mundur satu kabilah demi satu kabilah.
Dalam perang khandak kaum muslimin menang tanpa adu fisik, hanya terjadi satu pertarungan antara Ali bin Abi Thalib yang ditantang satu lawan satu oleh Amru bin Wud Al ‘amiri, jawara hebat dan kejam dari Quraisy yang dimenangkan oleh Ali bin Abu Thalib.

Peperangan Khandaq dimenangkan kaum muslimin karena pertolongan Allah SWT yang mengirim angin topan dan malaikat. Jadi jangan sesekali mencela Allah dan cuaca. (Tri)

Inspired: Kajian Kuliah Duhur Senin di masjid Baiturrahman Ancol, Taman Impian, oleh ustad Dr. Imam Zamroji,  MA. Materi Syirah Nabawiyah.

Posted from Android The Doctor

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Bersahabat Dengan Musim dan Cuaca

  1. Kamen Reblog berkata:

    salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa katanya saat hujan turun. Tanpa sadar saat hujan kita sering menggerutu…

  2. Iya. Astaghfirullah

    Nanti pada kajian lanjutnya dibahas Hujan pada perang Badar

  3. Tamrin berkata:

    Iya betul. Sebagian memang menggerutu bila turun hujan. Padahal hujan itu termasuk anugerah dari allah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s