Surat Buat Pa Said Aqil Siradj, Antara Jenggot dan Kegoblokan


said aqil siradj jenggot goblokKepada Pa Said Aqil yang tidak berjenggot

Awalnya saya tidak begitu peduli dengan candaan dan olok-olokan beberapa kawan saya mengenai jenggot dan goblok. Saya juga tidak peduli awal mula dari olok-olokan tersebut. Hingga hari ini, hal tersebut masih menjadi perbincangan di beberapa grup Whats app dan saya sebagai manusia yang dikaruniai jenggot oleh Allah swt, merasa terusik.

Pa Said Aqil yang tidak berjenggot

Saya merasa terusik dengan hal tersebut, apalagi setelah saya tahu bahwa awal pernyataan tersebut muncul dari ketu umum PBNU (nahdatul Ulama). Organisasi besar yang juga menjadi kebanggan saya sejak kecil. Dilingkungan NU saya dididik dengan berbagai kitab fiqh (kitab kuning). Mulai dari Mabadi Fiqh, Safinatunnajah, safinatushalat, Ta’limul muta’alim, Duror Bahiyah dan berbagai kitab lain hingga Daqoihul akbar. Meski tidak pernah ngaji tuntas dan total, tapi dari kitab-kitab ala NU itulah yang membuat saya membuka pengetahuan tentang ilmu agama.

Dan tahukah anda Pa Said Aqil yang tidak berjenggot

Bahwa jenggot saya tumbuh semenjak saya STM. Jadi semenjak STM saya kerap membiarkan jenggot tumbuh agak panjang. Kecuali karena peraturan harus dicukur. Sampai sekarang saya masih membiarkan jenggot tumbuh sekedar penghias diri dan image serta ciri saya. Jenggot adalah saya.

Pa Said Aqil yang tidak berjenggot

Atas dasar apa, Pa Said Aqil dengan penuh berapi-api menyatakan bahwa semakin panjang jenggot, seseorang semakin goblok. Sungguh pernyataan yang mempermalukan saya sebagai warga NU. Apakah orang NU yang berjenggot tidak berhak mengaku NU. Apakah Orang Nu yang berjenggot lantas disebut Wahabi? Astaghfirullahaladzim. Bertaubatlah Pa Said. Semoga Allah mengampunimu. Aamiin

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Surat Buat Pa Said Aqil Siradj, Antara Jenggot dan Kegoblokan

  1. mandirajati berkata:

    pak said asline duwe jenggoten…

  2. mariodevan berkata:

    mungkin bukan itu maksud konteksnya #berusaha positive

  3. gaplek mania berkata:

    mungkinkah lupa kalo KH hasyim ashari jenggotan

  4. KALIMALANG RIDER berkata:

    menungso iki termasuk salah 1 tokoh penghambat proyek tol cipali

  5. orong-orong berkata:

    weh parah, seneng ngafirke marang liyane kafire dewe gak di gatekke
    http://orongorong.com/2015/09/18/livery-khusus-yamaha-smax-155-ke-60th/

  6. Kang_Har berkata:

    Para ulama terdahulu juga mengingatkan bahwa “barangsiapa yang berlebihan panjang jenggotnya hingga ke pusar maka (hal tersebut) menunjukkan sedikitnya kecerdasan padanya”

    Coba buka di link ini
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10153661398764846&id=667484845&set=a.10150360084379846.370072.667484845&refid=28&_ft_=qid.6195853130049400594%3Amf_story_key.7677838540786550934%3AeligibleForSeeFirstBumping.&__tn__=%2As

  7. absoluterevo berkata:

    seorang ulama besar tapi perkatanya tidak mendidik naudubilah amit mait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s