Mudik Lebaran, Sadar Lalin dan Pemerintah Harus Sigap


Sekira 1,5 bulan mendatang sebagian besar warga negara Indonesia akan merayakan lebaran Idul Fitri 1436 H. Terkait lebaran, mudik tidak bisa dilepaskan. Lebaran dan mudik, itu pasti. Dan terkait lalu lintas, maka pembahasan arus mudik juga wajib jadi perhatian. Jelang lebaran sebagian warga ibukota dan kota-kota besar lain akan berbondong-bondong memadati jalan raya menuju kampung halaman.
Nah karena kejadian yang bersamaan ini, maka kerap terjadi penumpukan arus lalu lintas dan kecelakaan akan menjadi sulit dihindari. Terkait hal tersebut, ITW menyatakan, kesadaran lalu lintas oleh para pengguna jalan wajib ditingkatkan, pemerintah juga harus ikut bertanggung jawab akan keselamatan para pemudik. Berikut selengkapnya
———————–
arus mudik pemotor juli 2014

berdesakan mudik lebaran

Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan agar  pemerintah berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Lebaran 2015 yang sudah diambang pintu. Untuk itu pemerintah harus serius menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana lalu lintas dan angkutan jalan.Serta menyiapkan transportasi umum yang bisa memberikan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran lalu lintas.

“Apabila jumlah kecelakaan dan korban jiwa meningkat pada musim mudik 2015 nanti, itu adalah bukti, pemerintah belum maksimal menjaga keselamatan warganya saat menggunakan jalan raya. Padahal pemerintah wajib mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Rabu (27/5).
Menurutnya, persoalan lalu lintas dan angkutan jalan khususnya memasuki musim mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Selain kemacetan, kecelakaan juga menjadi peristiwa mengerikan karena jumlah korban jiwa di jalan raya terus berjatuhan.
pemotor ibukota mudik

pemotor mendominasi arus mudik 2014 dari ibukota

Edison menjelaskan, jumlah kecelakaan pada  saat arus mudik dan arus balik Lebaran pada 2014 tercatat sebanyak 3.057 kejadian, sedangkan pada 2013 sebanyak 3.675 kasus. Sementara jumlah korban jiwa akibat kecelakaan pada musim mudik 2014 sebanyak 538 jiwa sedangkan pada 2013 sebanyak 686 orang.

“ Pemerintah harus serius menjaga keselamatan warganya, jangan membiarkan rakyatnya mati sia-sia di jalan raya,”tegas Edison.
Dia menambahkan, permasalahan bukan hanya soal kemacetan dan infrastruktur serta sarana prasarana yang belum baik. Tetapi, pemerintah juga harus berupaya maksimal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Menurut Edison, kepatuhan masyarakat terhadap aturan-aturan yang berlaku adalah tanggungjawab pemerintah. Sebab masyarakat harus mendapat pelajaran dan penyuluhan serta bimbingan untuk bisa meningkatkan kesadarannya.
“Jangan membiarkan masyarakat menjadi korban akibat ketidak tahuannya tentang aturan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
ITW juga memberikan apresiasi kepada pengembang jalan tol Cikopo-Palimanan, karena memberikan jaminan bahwa ruas tol sepanjang 116 Km tersebut sudah bisa digunakan pada musim mudik mendatang.
Menurut Edison, kerja keras yang dilakukan pengembang sangat membantu untuk mengurangi kemacetan di jalur Pantura
——————————-
Apakah pembaca ikut mudik lebaran tahun ini. Hati-hati di jalan, keep safety first.(tri)
Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di transportasi dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mudik Lebaran, Sadar Lalin dan Pemerintah Harus Sigap

  1. blognyamitra berkata:

    kapan mudik cak ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s