Kami Tidak Mampu Mencegah Orang jadi Penipu, Tapi kami Mencegah Orang Agar Tidak Tertipu


love scammerJudul di atas bisa dikatakan semboyan (grup/halaman di Facebook) WSC (Waspada Scammer Cinta) yang gencar mempropagandakan bahaya laten penipu. Khususnya di dunia maya. Dalam hal ini adalah penipu cinta, love scammer. Bagi saya istilah umumnya adalah begol, begal on line.

Bagi pembaca yang tidak memahami bahaya scammer tentu tidak ambil peduli. Karena awalnya saya juga sekedar iseng mencari penjual penipu suku cadang sepeda motor. Ternyata penjual penipu di FB tidak seberap dibanding penipu cinta. Ratusan bahkan ribuan penipu cinta bebas berkeliaran mencari mangsa di dumay, Facebook khususnya.

Lettu Bastian Palsu

Lettu Bastian Palsu

Bermodal foto ganteng hasil nyomot di google, mencari pertemanan dengan wanita-wanita yang diduga dalam keadaan labil, atau mudah dibuat labil dan berpaling pada foto ganteng yang dipamerkan.

Wanita. Sudah mafhum bahwa perempuan kerap mengedepankan perasaan daripada akal sehat, tentu tidak semua, tapi itulah kodrat wanita, pengasih dan rasa ibanya mudah muncul.

Tidak heran jika WSC terus mendengungkan akan bahayanya scammer cinta, love scammer. Bisa dikatakan bahaya laten. Mengapa laten? Karena sulitnya menangkap penipu dumay atau begol ini. Meski akun ditutup oleh admin Facebook, dengan mudahnya membuat akun baru dan mangsa baru, berulang seterusnya. Bahkan satu orang scammer bisa membuat banyak akun. Akun-akun tersebut bisa saling menguatkan atau terpisah dalam mencari mangsa. Mengapa demikian? Jika menguatkan maka :

  1. Akun utama mencari mangsa
  2. Akun kedua sebagai teman bisa sebagai wanita atau pria
  3. akun ketiga sebagai saudara bisa sebagai wanita atau pria
  4. akun yang lain sebagai pelanggan (dalam kasus penjual online)
  5. dst
2 akun berbeda, beda nama, foto milik satu orang yang dicolong, Nur Shamimi asal Malaysia

2 akun berbeda, beda nama, foto milik satu orang yang dicolong, Nur Shamimi asal Malaysia

Jika terpisah dan tidak saling berhubungan, maka akun akun tersebut mencari mangsa pada orang-orang yang tidak saling berhubungan, misal dalam kasus love scammer:

  1. Akun satu sebagai pria, mangsanya pasti wanita
  2. Akun kedua sebagai wanita, mangsanya pasti pria
  3. Dan alin sebagainya

Sungguh perlu perjuangan untuk bisa mengingatkan para korban, kasihan, ngegemesin, ngeselin dan seabrek perasaan iba saat mereka tidak juga sadar. Tetap termehek-mehek pada sosok poto ganteng pujaan, yah cuma foto. Dan saat semuanya terlambat, mereka hanya bisa termewek-mewek.

musti sabar

musti sabar

Sekian dulu, semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin(tri)

 

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita dan tag , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Kami Tidak Mampu Mencegah Orang jadi Penipu, Tapi kami Mencegah Orang Agar Tidak Tertipu

  1. mas huda berkata:

    Ckckck… ada ada aja ya

  2. Ping balik: Cantik, Ganteng, Narsis di Sosmed, Waspada Jadi Modal Penipuan! | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s