Tes Kontrol Berkendara, Pulsar Adu Kelincahan dengan Beat


image

Sepeda motor jenis skutik atau matik kecil seperti Honda Beat dan Yamaha Mio Seires memang cukup diminati bagi kaum urban untuk transportasi dalam mobilitas sehari-hari. Selain harga yang lebih bersahabat, nilai lain yang menjadi pertimbangan adalah ukurannya yang mungil memudahkan dalam menembus lalu lintas yang padat. Layaknya Jakarta, di mana kondisi lalu lintasnya kerap macet membuat manusianya bisa semakin tua di jalan. Dengan sekutik kecil, selap-selip makin mudah dan lincah.

image

My Bike, Jalitheng Bajaj Pulsar 220

Berbeda denga Bajaj Pulsar yang identik dengan kendaraan para Beruang dan gajah, maaf bukan menghina, soalnya awal kenal Pulsar, apalagi anak-anak prides, pengendaranya bukan ukuran manusia biasa, tengok aja trio buncit Bro Rial Hamzah, Bro Bennythegreat dan Bro Donodomo, meski sekarang ketiganya sudah move on dari Pulsar, tapi saya kenal Pulsar ya dari mereka.
Bajaj Pulsar mempunyai seat high yang cukup tinggi dibanding skutik kecil bahkan Honda Tiger sekalipun. Dengan Honda Tiger bisa saya mainkan drifter dengan memutar sepeda motor berbalik arah180 derajat, roda belakang dibuat spin ngesot, badanku masih mampu menahan, sedang Bajaj Pulsar memiliki bobot yang jauh dibanding Honda Tiger. Terkesan kaku, rigid dan sulit diajak selap-selip pastinya.

Nah keisengan kadang muncul ditengah kejenuhan berlalu-lintas. Sekali saya ngetes kelincahan si Jalitheng Pulsar 220. Tentu lincah wajar bukan seruntulan. Meski bisa jadi pandangan pengguna jalan berbeda, jadi ya lebih baik tahu diri saja. Kemarin malam, saat melihat sebuah Honda Beat melintas, menyalip saya dan juga kendaraan lain dengan kecepatan yang cukup mengagetkan. Mencolok ditengah kepadatan lalin. Penasaran saya ikuti si Beat, sekalian saya mengetes kontrol saya akan si Jalitheng yang berbobot layaknya kerbau.

Awalnya saya kewalahan meladeni kelincahan si Beat, akhirnya gaya geber saya mainkan, ternyata masih ada jiwa Srigala dalam diri Jalitheng yang saya rawat sekedarnya, asal ngglinding. Terbukti, Jalitheng menyalak dan berakselerasi lumayan bisa diandalkan, berkelit dan berhasil memecundangi si Beat. Di sini bukan balapan, tapi kemampuan rider membaca arah gerak kendaraan lain, mencari celah yang tepat agar terhindar dari tertahan kendaraan lain.

Jadi menurut saya, kendaraan kecil tidak akan lincah tanpa pengendara yang juga lincah membaca lalin. Apalagi skutik dengan ban mini alias ban cacing, tidak mungkin lincah di musim penghujan sekarang, banyak lobang jebakan dan jalanan berlumpur licin, paling beraninya track lurus dan kering.

Sekali lagi saya tidak mengajari seruntulan dalam berkendara, tapi mengajak merawat kendaraan yang sudah dimiliki agar tetap mampu bersaing menapaki lalau lintas. Tak perlu mengganti dengan kendaraan baru yang akan selalu ada dan ada terus. Selama masih memiliki nilai ekonomi yang memadai, kenapa harus diganti.(tri)

—————————-
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Tes Kontrol Berkendara, Pulsar Adu Kelincahan dengan Beat

  1. agoey berkata:

    kalimat trakhirnya mas tri..saya setuju sekali… dan sangat bijak… 🙂

  2. ardiantoyugo berkata:

    Drifter sliding 180 iso kok… Aku sek kuru wae kuat lo…

  3. danisubject berkata:

    hm pake cone lek 😛 yang kakinya ga napak menang . eh jangan ngundang tesride kunti ga adil ntar …

  4. blognyamitra berkata:

    Merawat kendaraan —> kalo tiap hari serpis mulu piye cak ??? :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s