Audio Power


image

Audio atau suara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Dari erangan, dengkuran, dan berbagai suara makhluk hidup hingga desiran angin mrrupakan pertanda adanya kehidupan. Fana, menipu dan memabukkan para penikmatnya. Karena kehidupan adalah nikmat termasuk suara di dalamnya, maka syukurilah agar tidak terlupa bahwa kesemuanya fana.
Kembali ke bahasan audio, meski berhubungan dengan loud speaker, bukan bermaksud melanjutkan pelajaran “belajar audio” tapi lebih khusus kepada suara yang dihasilkan oleh loud speaker tersebut.
Bagi penikmat audio akan berbeda pandangan mengenai “kenikmatan” power speaker yang didengarkan. Jika kaitannya dengan musik misalnya, ada yang demen menggunakan earphone, ada yang lebih suka suara loud speaker sedang dan ada yang baru bisa menikmati musik jika suara speaker keras layaknya menonton panggung musik langsung.

Saat ini loud speaker makin diperhitungkan kegunaannya, baik sekedar pengeras suara maupun konser musik dengan perhitungan signifikan. Pengeras suara diperlukan agar penyampaian oleh pembicara mampu menjangkau audien yang banyak. Kadang sekedar terdengar jelas, tapi kerap kali dalam suatu pertemuan, loud speaker digunakan untuk mempengaruhi emosi pendengar. Misal dalam acara keagamaan, doa bersama yang dipimpin oleh seorang pemuka agama kalo sekedar terdengar jamaah sepertinya kurang dapat respon, dengan memakai sound yang memadai, pendengar bisa terenyuh, menangis dan meresapi makna do’a yang didengar.

Apakah pembaca pernah mengikuti ESQ ? Kenal istilah 165 ? Yah dalam acara penempaan jiwa oleh trainer motivator ESQ, baik langsung dibimbing Ari Ginanjar maupun murid-muridnya, selalu menggunakan sound yang besar, melebihi kapasitas yang dibutuhkan secara wajar. Suara pembicara penuh motivasi dengan power audio yang mumpuni mampu menggugah emosi peserta trainer hingga relung hati yang paling dalam. Tentu penyampaian tidak sekedar mengandalkan power audio, tapi juga penuh keyakinan dan membangun jiwa pendengar. Banyak peserta menangis tersedu tanpa malu, bahkan disodori micropon oleh sang trainer agar mengungkapkan kegelisahannya bersama deray air mata. Sepulang mengikuti trainer ESQ, seorang peserta yang awalnya bisa dikatakan “orang nakal” ada yang langsung bertaubat, bahkan mendaftar haji dengan mengambil separuh uang pensiunan lebih awal. Karena keinginan yang kuat, perusahaan mengabulkan permintaan karyawan tersebut. Kalimat yang cukup menggugah, dengan penyampaian berapi-api menggugah kesadaran diri adalah pembacaan ayat dan terjemah surat Ar Rahman, ayat yang berulang itu

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dalam istighosah oleh Ustad Arifin Ilham juga menggunakan power audio yang memadai. Jamaah hanyut dalam suara serak sang ustad.
image

image

Penyajian konser musik DJ juga tidak akan menarik tanpa power audio yang mumpuni. Penikmat musik “jedug-jedug” takan bergoyang jika sekedar menggunakan speaker horn yang sering dipasang di menara masjid. Konser jaman sekarang sudah mengaplikasi speaker dengan teknologi modern. Digital mixer sekelas Midas merupakan piranti wajib sebagai penunjang hasil audio yang maksimal. Gabungan speaker FOH mulai dari EAW, Dynacord, D&B, Mayer dan berbagai merk kelas kakap dihidangkan, memanjakan telinga penikmat audio dengan power luar biasa. Pemasangan speaker digantung sejajar (akrab disebutline array padahal lebih sering J array, karena bentuknya lengkung) dengan tambahan sublow speaker di deretan paling rendah (lantai atau bawah panggung), membuat hasil suara makin sempurna untuk memancing emosi audiens. Apakah pembaca suka mendengarkan audio dengan power besar? (tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di music dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Audio Power

  1. ipanase berkata:

    wow arrayne nyuss, mainane high end high power iki 😀
    jederr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s