Time Is Money. Ciyuss ?


Jelang waktu Ashar, Fulan bersegera menuju masjid terdekat. Masih ada waktu sekira 15 menit sampai azan berkumandang. Baginya lebih baik datang di awal waktu. Tiba di jalan depan masjid, ada satu keluarga yang terdiri dari Bapa, Ibu dan 2 anaknya. Sepertinya keluarga ini hendak pulang dan bingung mencari angkutan umum. Begitu Fulan lewat di depan mereka, sang bapak bertanya kepada Fulan :
Bapak : “Permisi Mas, Mau nanya, pool taxi di sini ada gak yah ?”
Fulan : “Oh.. Biasanya ada di sana, tapi mungkin sedang ramai jadi tidak ada yang ngetem”
Bapak : “ Iya.. Biasanya memang ada.”
Fulan : “Kalo Bapak mau menunggu sebentar, biasanya ada taxi yang merapat kemari, supirnya biasanya      shalat.”
Bapak : “Oh gitu ya”
Selanjutnya, Fulan memasuki serambi masjid, kebetulan terlihat seorang supir taxi, terlihat dari seragam yang dikenakan. Langsung saja Fulan menyampaikan bahwa ada penumpang yang sedang mencari taxi. Tapi supir taxi menjawab dengan ringan. “Kalo mau silahkan tunggu sampai selesai shalat nanti”, meskipun waktu shalat belum masuk.
Kisah di atas adalah petikan kisah nyata, ternyata tidak semua supir taxi kejar setoran. Bapak supir ini lebih mementingkan shalat tepat waktu daripada memenuhi uang setoran.
Sehingga ungkapan Time is Money tidak berlaku bagi dia. Istilah yang begitu diagungkan oleh sebagian besar manusia, hingga banyak yang membenarkan dan mengamalkannya. Berlomba memperkaya diri, sampai berbagai cara dilakukan hingga mirisnya para pengagum ungkapan dari dunia barat itu menghalalkan yang haram. Salah satu contoh tenar adalah maraknya korupsi di negeri ini. Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sekaligus terbesar kasus korupsinya. Na’udsubillah.

  وَالْعَصْرِ١ 
 إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ٢ 
 إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِوَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ٣ 

  1.  Demi waktu / masa / ashr,
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radiyallahu anhuma bahwa Rasulullah SAW menasehati seseorang dan bersabda:”Gunakanlah olehmu lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa fakirmu, masa kosongmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” (HR Hakim dalam Al-Mustadrak).

Masa atau waktu adalah tergantung kepada pribadi masing-masing. Saat seseorang itu merasa sibuk urusan duniawi, maka Allah akan menyempitkan waktu luangnya. Tapi jika sesibuk apapun seorang hamba, ternyata ia masih meluangkan waktunya untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan memberikan keluangan atas waktunya. Jadi hindarilah untuk merasa sibuk, tetapkan dan yakinkan dalam hati dan diri kita bahwa untuk beribadah kita punya keleluasaan waktu, maka Allah akan meluaskannya. Senantiasa berprasangkalah kepada Allah, bahwa Allah memberikan waktu yang banyak kepada hamba-Nya untuk beribadah. Semoga kita mampu memanajemen waktu agar lebih baik sesuai syariah Allah. Amin(Tri)

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Time Is Money. Ciyuss ?

    • prudence berkata:

      sekali-kali coba komentar yang bermutu pan

      masak udah berapa tahun di blogsphere nggak berubah, kecuali kalau maksud situ memang untuk menyebar link / nickname supaya gampang dalam search engine

  1. kasamago berkata:

    bener bgt, buru2 jg g akn mampu memprpnjng wktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s