Mengenal Kisah Pewayangan di Blogsphere


Wayang, sebuah budaya yang tak pernah usang meski agak sulit di temui jika hidup di Metropolitan, mungkin di Taman Mini Indonesia Indah masih sering menggelar budaya tua rakyat jawa ini, dulu di Pasar Senia Ancol lumayan sering, tapi seiring perkembangan zaman atau entah alasan apa, sudah lama tidak nanggap lagi. Banyak kisah dan nasihat hidup yang dianalogikan di dunia pewayangan, yang kutahu, kisah wayang berasal dari tanah Hindustan, India. Saat masuk tanah Jawa dwipa, ada pengepasan wilayah dan nama tempat di pewayangan, misal kawah Candradimuka tempat menggembleng Gatotkoco, berada di Dieng, Jawa Tengah. Gunung Mahameru menjadi Semeru di Jawa Timur.

silahkan klik

Nah lakon atau kisah dalam pewayangan yang kukenal sudah dimodifikasi dan disusupi dakwah Islam, yang pertama dipopulerkan Sunan Kalijogo alias Raden Sahid. (cmiiw) Kisah klasik yang tak lekang oleh zaman ini kadang seolah dijadikan satir oleh sang dalang. Eits.. mengapa disebut DALANG ? Dalang adalah kepanjangan kata dari “NGUDAL PIWULANG” kalo gak salah arti (orang jawa kok gak paham basa jawa yak 😀 ) “MEMBUKA/MEMBERI NASEHAT” jadi isi cerita dari pewayangan biasanya memberikan pelajaran hidup, menasehati lewat kritikan dan masih banyak lagi maksud si dalang dalam memberikan PIWULANG tersebut…

Misal kisah Punokawan yang sederhana tetapi setuhune/sejatinya sakti mandraguna, seperti kisah PETRUK dalam tulisan Dalang Jenggot Mas Nadi Alonrider yang mengisahkan Petruk Dadi Ratu Blogger , sepertinya ada petuah yang memberi nasehat bahwa SAAT ANDA TERKENAL  JANGAN LUPA SAAT ANDA TIDAK DIKENAL alias jangan jadi kacang yang lupa kulit, jangan jadi artis yang lupa pewarta dan pemirsa. Artis dikenal penggemarnya karena dipublikasikan oleh wartawan, penulis, kameramen dan piranti pendukung yang lain…

Saya suka wayang kulit, meski harus semalam suntuk mengikuti kisahnya. Lantas kisah apa si di dunia blogsphere yang bikin gonjang ganjing kelap kelip katon lirgincanging……… whalah malah SULUK… Tidak perlu saya sebutkanlah, silahkan baca dan cerna kisah kisah tak tertulis dibalik tulisan yang anda baca, apapun tulisan itu… bisa jadi ada CONFLICT OF INTEREST  menyelubungi tulisan tersebut. Monggo yang mau nonton wayang, klik link atau gambar di atas. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Ngeblog dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Mengenal Kisah Pewayangan di Blogsphere

  1. aku wayang onthel mawon pak dhe

  2. diantaragesang berkata:

    nonton wayang sek….

  3. jape methe berkata:

    akan ada banyak multi tafsir menurut versinya masing2. Yang pasti tidak ada orang yang lepas dari salah.
    Di kasus yg lain Kadang tujuan baik bisa berakibat buruk jika dilakukan dengan tidak baik. Sebuah masukan atau kritikan tidak perlu dilakukan secara frontal atau malah kasar. Tinggal bicara baik2 dg yg bersangkutan langsung. Memang tidak ada publikasi tidak ramai. Tapi tujuannya semua jadi lebih baik atau lebih ramai? Jika ada caci maki, sindir menyindir (apalagi sindirannya sampai ke hal2 yg tidak berhubungan dengan kesalahan) bisa jadi yang salah makin salah karena tidak terima, dan yang sudah benar jadi ikut salah karena terprovokasi. Pendapat saya Amar ma’ruf nahi munkar harus dengan cara yg ma’ruf bukan dg cara yg munkar. Ingat kanggo ngraketake paseduluran.
    Mohon maaf bro tri jika saya lancang atau salah dalam penyampaian.
    Salam

  4. cafebiker berkata:

    kritikan yang mengena..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s