Renungan Shirath #2


Assalamu’alaikum>>>>

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(Al Hadiid:20)

Perjalanan yang panjang selama 15 ribu tahun diatas jalan yg tipis tajam mudah tergelincir dalam pekatnya suasana layaknya malam gelap gulita, sementara terlihat dengan kondisi cahaya yg anda miliki yg mungkin seterang lampu atau justru sebesar lilin yang redup terdengar dalam kesendirian perjalanan anda orang lain berteriak demikian histeris sesekali terlihat ada yang tercabik, potong tangan, atau badan yang tak lengkap dihadapan anda? Saya yakin anda ingin cepat sampai di tempat yg terang benderang, bila malam ingin segera pagi, namun berapa lama?? Jarak 15 ribu tahun, kecepatan seperti apa kendaraan yg diperlukan? Saya yakin kita ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan kendaraan seperti kilat, angin, kuda berlari, minimal mampu berlari dari situasi demikian tapi mungkin kalang kabut berlari tak karuan yang ada. Namun pula bukanlah dgn daya upaya sendiri, tapi amal kita yg mjd kendaraan.

Kira-kira berapa umur manusia di dunia? Paling hanya sesaat saja. Apakah akan menyia-nyiakan yg sesaat ini untuk meraup dunia yg sementara dibandingkan konsentrasi kpd perjalanan ribuan tahun yg tergantung dgn amal shaleh? Allah berfirman “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, PERHIASAN dan BERMEGAH-MEGAHAN ANTARA KAMU serta BERBANGGA-BANGGAAN tentang banyaknya HARTA dan ANAK, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu mjd kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian mjd hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yg keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah KESENANGAN YG MENIPU.(Al Hadiid : 20

Wassalamu’alaikum>>>>>>>>>>>> Bersambung

oleh Zoel Fikr

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Ngaji dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Renungan Shirath #2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s