Zabaniyah #6


Assalamu’alaikum>>>>>

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahman:35-36)

Musuh-musuh Allah digiring ke neraka dlm keadaan hangus (hitam) wajah-wajah mereka. Mata mereka melotot dan mulut mereka terkunci, maka tatkala mereka telah sampai DIPINTU NERAKA, mereka DISAMBUT OLEH MALAIKAT ZABANIYAH yg membawa beberapa belenggu dan rantai. Rantai-rantai tersebut dimasukkan ke dalam MULUT org-org kafir dan dikeluarkan dari duburnya, dan tangan kirinya dibelenggu kelehernya, sedangkan tangan kanannya dimasukkan kedalam dadanya dan tangan tersebut ditarik diantara bahunya, lalu diikat dgn rantai. Semua anak cucu Adam dari golongan mereka (orang kafir) diikat bersama syetan dlm satu rantai, diseret pd wajahnya, dan malaikat memukulnya dgn gada (sejenis palu) dan besi. Sewaktu mereka menghendaki keluar dari neraka, maka dikembalikanlah dia keneraka, lalu dikatakan pd mereka: “Rasakanlah siksa api neraka ini yg dahulu kalian dustakan.”

Bagaimana dgn umat Muhammad SAW?

Wassalamu’alaikum>>>>>>>>> Bersambung

oleh Zoel Fikr

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Ngaji dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Zabaniyah #6

  1. ridertua berkata:

    dadi ngeri aku 😦

    Suka

  2. Maskur berkata:

    nek maca ngeri .
    Tapi kok sering lali

    Suka

  3. holichaxor berkata:

    Jadi mereinding setelah baca artiklenya

    Suka

  4. Darmawan berkata:

    moco disik kang

    Suka

  5. Virus berkata:

    hm…siksa neraka setimpal ama perbuatan manusia yg keji dan segala macam ny…di pikir logis aja, ketika di dunia orang yg menyiksa pembantu bahkan ampe cacad atao pelaku perkosaan baik terhadap anak kandung/orang lain + di siksa lalu dibunuh atao perampas hak hak orang lemah…gak tersentuh hukum buatan manusia apakah akan seenak jidat gak dapat balasan…nah ketika baca Zabaniyah dari seri 1 sampe skrg, terlihat lah balasan yg setimpal bahkan…beribu ribu kali lipat sakit nya…

    Suka

  6. TDF berkata:

    wah artikel bersambung ternyata

    Suka

  7. Shark berkata:

    Gambaran beratnya siksa neraka dalam Al-Qur’an
    Written by Abdurrahman
    Thursday, 27 May 2010 02:45
    Banyak ayat dan hadits yang menggambarkan kondisi surga dan neraka. Ada yang digambarkan kondisi surga dan neraka, ada yang digambarkan kondisi penghuninya. Diberitakan tentang kondisi surga agar umat manusia termotivasi untuk mendapatkananya, dan di gambarkan kondisi neraka agar umat manusia takut dan berusaha untuk menghindarinya.

    Diantara ayat yang menggambarkan beratnya kondisi di neraka, adalah apa yang Allah firmankan
    فَذُوقُواْ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا

    “Karena itu, rasakanlah! Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kalian selain daripada adzab” (An-Naba’:30)

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Tafsir Juz ‘Amma menjelaskan:
    Perintah di sini adalah sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap mereka (orang-orang kafir). Yakni, akan dikatakan kepada para penghuni neraka. “Rasakanlah adzab sebagai penghinaan atas kalian. Kami tidak akan menambah kepada kalian selain adzab. Dan Kami tidak akan meringankan adzab tersebut atas kalian. Bahkan Kami tidak akan membiarkan kalia begitu saja, namun Kami akan menambah adzab menjadi lebih dahsyat, lebih lama dan lebih beraneka ragam.

    Dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka meminta kepada malaikat penjaga Jahannam:
    ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ يُخَفِّفۡ عَنَّا يَوۡمً۬ا مِّنَ ٱلۡعَذَابِ

    “Mohonkahlah kepada Rabb-mu, supaya Dia meringankan adzab dari kami barang sehari” (Ghaafir:49)

    Perhatikanlah perkataan mereka tersebut dari beberapa sisi:

    Pertama
    Mereka tidak meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, namun mereka memintanya kepada malaikat penjaga neraka. Karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatakan kepada mereka:

    “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku” (Al-Mu’minun:108)

    Mereka merasa diri mereka tidak pantas meminta dan berdoa kepada Allah secara langsung tanpa perantara.

    Kedua
    Mereka berkata: “Mohonkahlah pada Rabb-mu”, bukan “Mohonkanlah kepada Rabb kami”, karena wajah dan hati mereka tidak kuasa untuk mengatakan atau menyandarkan rububiyah Allah kepada diri mereka, yakni mengatakan “Rabb kami”. Mereka memiliki cacat dan cela sehingga merasa tidak pantas untuk menyandarkan rububiyah Allah kepada diri mereka. Mereka hanya berkata “Rabb-mu”

    Ketiga
    Mereka tidak mengatakan “Angkatlah adzab tersebut dari kami”. Namun mereka katakan: “Ringankanlah adzab tersebut dari kami” Na’udzubillah, karena mereka sudah berputus asa untuk bisa lepas dari siksa Allah subhanahu wa ta’ala

    Keempat
    Mereka tidak mengatakan “Ringankanalah adzab ini selama-lamanya!” Namun mereka mengatakan: “Ringankanlah adzab ini barang sehari saja!” Dengan demikian jelaslah adzab dan kehinaan yang menimpa mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    “Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) terhina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu” (Asy-Syuura: 45)

    Semoga Allah menyelamatkan kita dari hal tersebut

    Diambil dari Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Suka

  8. Ping balik: Apakah Sebenarnya Jin itu ? (5) | Imtaq Online

  9. Impressive article,i was like obsessed by your stuff, can i please add your article in my upcoming ebook only if you allow

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s