Hidup Kemudian..


Assalamu’alaikum…

Allah tak mungkin menyiksa hamba yg dicintaiNya. Jadilah hamba2 yg dicintaiNya.Insya Allah dan jgnlah berputus asa atas kesalahan2 yg qt perbuat, krn Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang krn qt memang bukan nabi yg ma’sum. Ibrahim berkata:

“Tidak ada org yg berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali org-org yg sesat”. (QS. Al Hijr : 56)

Dari Ibnu Abbas r.a, “Di antara org musyrik banyak yg telah membunuh dan banyak pula yg telah berzina. Kemudian mereka datang kpd Nabi Muhammad SAW, berkata: “Apa yg engkau katakan dan engkau ajak sungguh bagus. Kalau saja engkau mau memberitahu kami bahwa dosa yg telah kami perbuat (di masa jahiliyah) ada penghapusnya. Lalu turun ayat: “Dan org-org yg tidak menyembah Tuhan yg lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yg diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dgn (alasan) yg benar, dan tidak berzina. Barang siapa yg melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). Juga diturunkan ayat: Hai hamba-hamba-Ku yg melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA dari rahmat Allah (Hr. Muslim)

Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk). (Q.S Al Mu’min : 3)

“Dan Dialah yg menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yg kamu kerjakan dan Allah memperkenankan (doa) org-org yg beriman serta mengerjakan amal yg saleh dan menambah (pahala) kpd mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yg sangat keras. (QS. Asy Syuura 25-26)

Bagaimana kita mampu mengkategorikan bahwa perbuatan yg kita lakukan penuh ibadah krn Allah? Dia tidak memperhatikan hal selain ibadah, maka baik hal itu TERCAPAI atau TIDAK TERCAPAI, telah mengindikasikan bahwa yg lebih dominan padanya adalah niat untuk beribadah, demikian pula sebaliknya.Yang jelas, perkara yg merupakan ucapan hati (niat dlm hati) amatlah serius dan begitu urgen sekali. Indikasinya, bisa jadi hal itu dapat membuat seorang hamba mencapai tangga ash-Shiddiqin, dan sebaliknya bisa pula mengembalikannya ke derajat yg paling bawah sekali.(Standarisasi ikhlas, Syaikh Ibnu Utsaimin)

“Dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kpd agama dgn TULUS dan IKHLAS dan jgnlah kamu termasuk org-org yg musyrik” (QS. Yunus : 105)

>>>>>>>>>>Bersambung>>>>>>>>>

Wassalmu’alaikum

oleh Zoel Fikr

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh, Ngaji dan tag , , , , , . Tandai permalink.

22 Balasan ke Hidup Kemudian..

  1. TDF berkata:

    Apik,apik,apik (pak bambang mode=on)

  2. ridertua berkata:

    meresapi.merenungi… !

  3. Bonsai Biker berkata:

    Ketegasan itu memang terkadang dibutuhkn pada saat yang tepat walu itu terkadang kejam, sebliknya pemaaf sebetulnya angat arif walau terkesan lemah dan kongkalikong. Tergantung dari sisi mana kita memandang, tergantung pula dari kondisi kita saat tersebut.

  4. Bonsai Biker berkata:

    kesalahan kita adalah sering kali kita memahami ayat quran sepotong-sepotong tanpa melihat kontek ayat tersebut diturunkan, sehingga terjadi radikalisme dalam agama.

  5. achoey el haris berkata:

    Makasih sobat atas pencerahannya
    Indah berhikmah šŸ™‚

    Maaf baru nongol lagi sobat
    Baru update dan BW lagi nih daku
    Salam persohiblogan šŸ™‚

  6. Goda-Gado berkata:

    ditulis juga ddefinisi ibadah itu apa om…

    btw,, kok postingnya g bercerita ttg hari kemudian to Gan?

    • ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya… maaf kalo gak nyambung..
      Segala perbuatan yang dilakukan berdasarkan keyakinan kepada Alloh dan hanya mengharap ridlo ALLoh maka bernilai ibadah. Wallohua’lam

  7. omiyan berkata:

    salam, merasa teduh ketika membacanya mas

  8. ysalma berkata:

    Hidup bukan hanya untuk ke kinian, secara hidup saat ini adalah dalam rangka mempersiapkan hidup di kemudian hari..

  9. raiderobie berkata:

    ditunggu sambungannya biar lebih mudeng

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s