Mengapa Wanita Islam ?


seandainya saja

seandainya

Manusiawi jika laki-laki ( saya ), suka melihat bahkan menikmati …… dari wanita. Postingan ini sekedar sharing dan saling mengingatkan sesama muslim…( terimakasih tuk Sobat yang dah ngingetin tuk sedikit membahas tentang aurat). Kok sedikit? Ya karena kalo mau di bahas gamblang maka akan memakan waktu seumur hidup. Karena belajar untuk hidup alias “ Learning to life ” . Maka dengan sedikit menukil dari Hidayatulah.com saya coba sajikan sedikit tapi bayak…

Dalam Islam dikenal batasan aurat. Dan itu, jauh lebih luas dan luqas, dibanding cuma defenisi batasan apa itu pornografi dan pornoaksi, yang selalu menjadi ‘mesiu’ kalangan seniman bermain kata-kata.

Dalam Islam, batasan aurat jelas. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Quran.

Allah berfirman, “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS.AnNur (24) : 31

Bagian tubuh yang biasa tampak yang disebutkan dalam Al-Quran diperjelas dalam hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra ketika saudarinya Asma masuk ke rumah Aisyah ra dengan mengenakan pakaian tipis. Rasulullah SAW berkata, Wahai Asma, sesungguhnya wanita yang telah haid tidak boleh nampak darinya kecuali ini dan ini (Rasul saw berkata seraya menunjuk wajah dan telapak tangannya).

Melihat batasan aurat dalam Al-Quran dan hadits tersebut, maka batasan aurat wanita dalam Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Oleh karena itu di dalam Islam jika seseorang menampakkan bagian tubuh yang lain selain wajah dan kedua telapak tangan, maka hal itu sudah termasuk pornografi.

Demikian juga dengan aurat laki-laki, dalam Islam juga sudah diberi batasan yang jelas, yaitu dari pusar sampai lutut. Oleh karena itu jika ada seorang laki-laki yang menampakkan anggota tubuhnya dari pusar sampai lutut, maka sudah terkategori pornografi. Dalam hadits disebutkan, Aurat seorang mukmin adalah antara pusar dan lututnya. (HR.Baihaqi).

Maka defenisi pornografi, jika memakai defenisi Islam, adalah produk grafis (tulisan, gambar, film) –baik dalam bentuk majalah, tabloid, VCD, film-film atau acara-acara di TV, situs-situs di internet, bacaan-bacaan lainnya– yang mengumbar sekaligus menjual aurat. A artinya, aurat menjadi titik pusat perhatian. Sedangkan pornoaksi adalah sebuah perbuatan memamerkan aurat yang digelar dan ditonton secara langsung; dari mulai aksi yang biasa-biasa saja seperti aksi para artis di panggung-panggung hiburan umum hingga yang luar biasa dan atraktif seperti tarian telanjang atau setengah telanjang di tempat-tempat hiburan khusus (diskotek-diskotek, klab-klab malam, dll).

Penting untuk ditegaskan bahwa, dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat ini, yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. Jika memakai defenisi saja, penulis yakin tak akan ada perdebatan.

Namun dalam aturan Islam seperti ini, permasalahan pornografi dan pornoaksi hanya akan terlaksana dan mampu menyelesaikan permasalahan jika diterapkan dengan tiga pilar, yaitu individu yang bertakwa, masyarakat, dan negara. Negara sebagai lembaga penaung yang berhak menerapkan aturan, sedangkan individu dan masyarakat, sebagai pengontrol tegaknya aturan di tengah-tengah mereka. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadist, Siapa saja yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubah dengan tangan (kekuasaan)-nya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu, dengan kalbunya. Namun, itulah selemah-lemah iman”. (HR Muslim).

Wallahu a’lam.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Mengapa Wanita Islam ?

  1. Bonsai Biker berkata:

    semoga beruntung lah

  2. Darmawan berkata:

    (seandainya) Maria Ozawa pake jilbab gitu gimana ya? kalo lihat berita selebritis miris juga denger artis wanita islam pada ngetrend pindah Agama Nasrani, Naudzubillah….

  3. Maskur® berkata:

    kang usul bae, artike diringkes bae tampilane…maksude neng nang “beranda” keton ngarep-e, terusan ana “read more”….

  4. Bahtiar Baihaqi berkata:

    Kulanuwun, Kang Tri. Inyong mampirlah. Kiye pemandangane apik-apik ya.
    Ning tak goleti sing banyumasan kon ora nana ya. Jajale detoknalah.

  5. @maskur : anu rung pinter.

  6. maxsus berkata:

    sip gan…
    Menyinggung porno aksi dan pornografi, meski sudah ada Undang2nya, tetep aja perilaku itu susah diredam. Syahwat adalah sebuah komoditas…(maaf denmas, bahasa ne sarkas). High demands high supply, tetep aja laku keras.
    Semoga dengan sering baca artikel anda, bisa merubah cara pandang bahwa indahnya wanita harus dinikmati dengan legalitas stempel halal..

  7. Ping balik: Gambar Porno di Blog, Wajarkah? « Learning To Live

  8. BN5274JC berkata:

    Skdar mngingatkan aja Bro,negra kita bkan ngra Islam,tp ngra Pancasila..

  9. Bejo berkata:

    Tidak perlu mengandaikan seseorang, apalagi spt Miyabi, kita kembalikan ke pribadi masing-masing sesuai ajaran yg kita anut.
    Masalah blog menampilkan tampilan berbau porno, saya mengutuk keras, meskipun sy sbg manusia biasa, tidak munafik bahwa hal spt itu suka, tapi tidak dng cara menyebarkan dosa spt itu di tempat umum, terkutuk.

  10. @BN5274JC : sila 1 Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, umat yg punya ketauhidan bahwa Alloh itu ahad/1 adalah Islam, Pancasila adalah produk Islam yg belum terealisasi dng benar, jd silahkan brpendapat…
    @Bejo : oks..

    • pam berkata:

      maaf,, sepertinya anda hanya memandang dari 1 sisi..
      di agama lain pun mengakui konsep Ketuhanan yg Maha Esa..
      kristen, hindu, budha mengakuinya..
      kristen dengan konsep tritunggal..
      budha trcantum dlm tripitaka..
      hindu dgn manifestasi siwa sbg yg esa..
      bahkan aliran kepercayaan jg menyebut manunggalin gusti..

      Tuhan itu satu.. yg disebut dan disembah dgn berbagai cara..

  11. wdweprima berkata:

    Memang manusia hidup harus mengikuti buku petunjuk dari yang memberi kehidupan itu sendiri…

  12. wdweprima berkata:

    Maria Osawa.. bukan islam..

  13. @wdweprima : betul, gbr hanya ilustrasi, makasih dah brkunjung

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s