Terpisah Gerbong di Singasari @KAI121


Ini adalah kali pertama saya menggunakan jasa kereta api jarak jauh, Singasari, untuk perjalanan mudik, Karawang – Purwokerto. Sebelumnya, saya menggunakan untuk arah balik. Sedang mudik, menggunakan jasa angkutan bis.

Pemesanan tiket saya lakukan online melalui aplikasi KAI Access di Android. Masih kasus yang sama seperti pemesanan terdahulu, pemesanan tiket kereta api secara online dibatasi, maksimal 4. Inilah permasalahan yang paling saya benci sehingga sebisa mungkin saya menghindari pembelian tiket kereta online. Tapi kali ini karena tidak ada kesempatan untuk ke Stasiun keberangkatan,

terpaksa saya pesan via online dan bayar melalui minimarket. Penginnya pembayaran dalam 1 click dari ponsel, sayang bank lokal saya belum melayani biller online transportation (hellow Bank DKI).

Mengapa saya benci batasan maksimal pemesanan tiket kereta api melalui online, karena maksimal 4, sedang saya sekeluarga total 5 orang. Jadi saya harus melakukan pemesanan 2 x, yaitu 4 tiket pertama dan 1 tiket berikutnya. Dan tidak bisa memilih tempat duduk, jadi, tempat duduk dipilih random dengan sistem devault. Dan sekali lagi faktor ‘gedeg’ ini menghantui. Jika dalam satu pemesanan jumlah maksimal, kemungkinan akan ada dalam 1 gerbong, paling terpisah tempat duduk (tidak sejajar atau berhadapan).

Yang terjadi pada saya lebih parah, jika dulu saya terpisah selisih 1 gerbong, kali ini saya terpisah selisih 5 gerbong. 4 tiket awal di gerbong 7, sesang 1 tiket kedua di gerbong 2.

Kalo anak saya sudah dewasa, tentu tidak begitu masalah. Tapi anak saya masih SD dan TK. Tidak mungkin memisahkan mereka, atau saya tinggalkan menempati gerbong yang terpaut jauh. Sampai tulisan ini dipubliah, saya masih menempati tempat duduk kosong, yang kemungkinan ada pemiliknya di stasiun berikutnya. (baru melewati Cikampek)

Semoga KAI segera memperbaharui kebijakan batas pemesanan tiket secara online, tidak tepatok pada program Keluarga Berencana, dimana 2 anak cukup. Kalo masih bertahan dengan jumlah maksimal 4, bisa jadi kami menjadi Keluarga Berantakan, karena terpisah saat pejalan jauh.

Sekali lagi untuk KAI, abaikan anjuran KB yang, sudah kadaluwarsa itu. Kini saatnya beralih ke slogan, BANYAK ANAK BANYAK PENUMPANG. (tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di transportasi publik dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Terpisah Gerbong di Singasari @KAI121

  1. hoho berkata:

    wah, pakai aplikasi yg lain aja mas, traveloka, tiket.com, pegipegi. saya malah belum pernah pakai KAI access.

  2. Mas Sayur berkata:

    Saya malah belum pernah naik sepur beli tiket online,mbah….
    Ribet memang kalau aturannya begitu…

  3. ndesoedisi berkata:

    Duh dadi kepengin mudik numpak sepur ūüėā

Tinggalkan Balasan ke ndesoedisi Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s