Sehari(an) Bersama Kai Lokal


Apa transportasi pembaca sehari-hari? Sebagian saya yaqin sepeda motor. Sampai saat ini, sepeda motor masih menjadi alat transportasi yang paling mangkus dan sangkil untuk mobilitas sehari-hari.

Pun saya, masih mengandalkan si roda dua, meski sekedar mengantar pergi-pulang ke Stasiun kereta. Selanjutnya menyambung perjalanan dengan kereta dan angkot, plus sepeda ontel.

Yups, sehari-hari saya menggunakan jasa kereta api lokal Purwakarta – Cikampek – Jakarta, seperti yang saya kisahkan sebelumnya (sebelumnya, tapi postingan terakhir sudah beberapa bulan lalu Kang 😜), silahkan klik Kereta api lokal sahabat batu saya

Keterlambatan kereta sampai stasiun tujuan, 15 menit sampai 30 menit, bahkan 1 jam adalah hal biasa. Maklum kelas ekonomi yang kerap harus mengalah pada kereta kelas argo. Berhenti dan menunggu, itu biasa. Meski sebenarnya, kalo Masinis bisa mengendalikan kereta dengan kecepatan yang tepat (diluar kendala lain), KA Lokal biasa saya menyebut, juga bisa tepat waktu. Tapi jika ada kendala lain, misal lokomotif ngadat, kereta anjlok dari rel dan kendala lain, ya tiada ampun.

Seperti yang saya alami pada Jumat, 14 Desember 2018 lalu, hampir semua jadwal Kereta molor sampai tempat tujuan. Kabar bilang, ada kereta barang yang keluar rel di lajur antara Jatinegara – Senen. Karenanya, semua kereta antri menggunakan 1 jalur rel, karena jalur satunya tertahan kereta yang bermasalah tersebut (analisanya seperti itu).

Keterlambatan tidak tanggung-tanggung, jadwal seharusnya 08.14 tiba di stasiun Tanjung Peiok, kali ini jam 13.45 saya baru sampai. Hampir 6 jam, padahal kereta Ekonomi Singasari cuma butuh 5 jam untuk menempuh perjalanan Karawang – Purwokerto.

Sesampai stasiun, bergegas menuju mushalla, menunaikan Shalat Duhur, mengganti shalat Jumat yang terlewat. Selesai, langsung saya menuju loket untuk membeli tiket kereta pulang. Ya, saya memutuskan bolos kerja, atau tukar hari libur saja. Loket untuk keberangkatan kereta jam 16.15 ternyata sudah buka, dengan penuh percaya diri, saya beli. Selanjutnya nyari makan, cacing-cacing mulai ribut ikut strez kelamaan di kereta.

Menjelang jam 16:00, saya masuk peron, masuk gerbong, memilih tempat duduk yang nyaman.

Waktu berselang, kereta belum juga laju. Aneh, tidak ada pemberitahuan yang, pasti, kenapa kerera masih terdiam meski waktu keberangkatan sudah terlewat 1 jam. Kami memilih turun, duduk di luar menghirup udara, kebetulan rerumputan hijau menghampar menghibur mata.

Saat mata tertuju kd gerbong paling depan, kami baru sadar, ternyata tidak ada lokomotif yang menempel di sana. Tidak mungkin loko mendorong.

Beberapa saat kemudian barulah ada pengumuman, lokomotif KA lokal dalam perjalanan dari Stasiun Jatinegara menuju stasiun Tanjung Priok. Modyar tenan. Bakalan stres lagi nih.

Setelah menanti tanpa pasti, akhirnya loko datang dan menempel di gerbong depan. Tapi, kereta tidak langsung laju. Masinis yang keluar loko sempat dimarahin sama ibu-ibu yang kesal menunggu tanpa kabar jelas.

Akhirnya 18.15 kereta mulai merangkak menuju Kemayoran. Dan nasib ekonomi lemah, belum sampai stasiun Kemayoran, kereta harus berhenti, mengantri, mengalah.

Sudahlah, saya merasakan lelah kembali jika diceritakan kisah selanjutnya. Kami tiba di stasiun Karawang sekira jam 22:00 malam itu.

Tapi, saya tetap suka kereta. Saya juga tidak mencela KAI, karena rintangan, kecelakaan bisa menimpa siapa saja, termasuk nasib kereta barang yang anjlok dan beri bas ke semua jadwal kerera, baik kereta jarak jauh maupun kereta lokal dan KRL atau commuter line. (tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di transportasi publik dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Sehari(an) Bersama Kai Lokal

  1. ndesoedisi berkata:

    Wareg temen gole nyepur 😂

  2. angellputrisd berkata:

    saya malah jalan kaki kak 😉

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s