Anak dan Kita


Pernahkah pembaca memberi kepada seseorang, dan mendapat ucapan terimakasih? Demikian juga antara orang tua dan anak. Anak ke sekolah dapat uang saku dari orang tua. Terimakasih anak kepada orang tua. 

Saat anak menginginkan sesuatu, minta ke orang tua, baik ayah maupun ibu. 
Jika kecenderungan anak, misal ke ayahnya. Bisa jadi terimakasih anak hanya kepada ayah, jika hal ini berlarut tanpa penyeimbangan pengetahuan akan tauhid, bisa jadi segala sesuatu disandarkan kepada ayahnya, lupa bersyukur. Orang tua kadang hanya mengajarkan ‘terimakasih’. Misal dikasih uang sama kakeknya, orang tua akan bilang, “ucapan terimakasih dong sama kakek.” Lupa untuk mengucapkan, “Alhamdulillah.”

Jadi, jangan lupa ajarkan kepada anak, akan:

1. Mengajarkan Bersyukur

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّـهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّـهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ ﴿لقمان:١٢

Keluarga Luqman:12 – Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Saya sendiri kadang lupa, mengajarkan anak, untuk mengucap syukur atas pemberian orang. Cenderung fokus pada si pemberi, karena takut menyinggung atau dianggap tidak tahu terimakasih oleh si pemberi, padahal seharusnya saya lebih takut kalo anak sampai kufur akan nikmat Allah, Sang Pemilik Rezeki.

2. Mengajarkan pentingnya menjauhi Kesyirikan

وَإِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿لقمان:١٣
Keluarga Luqman:13 – Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Kalo anak-anak merasa bahwa segala kebutuhan yang memenuhi adalah orang tua, ayah misalnya, jika tidak disisipkan keyakinan, tauhid, akan timbul efex samping. Menuhankan sang ayah, selama ada ayah, semua bisa dikabulkan, dituruti, dilakukan dan seterusnya.


3. Pentingnya Nilai Pengorbanan


وَوَصَّيْنَا الْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوٰلِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ ﴿لقمان:١٤

Keluarga Luqman:14 – Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Pengorbanan, bahwa mereka dilahirkan tidak dengan mudah, dan bukan tanpa misi. Anak-anak harus diajarkan akan ketangguhan, kegigihan, sebagaimana, ibunya, saat melahirkan mereka. Bagaimana rasa sakit, perjuangan meraih sesuatu yang diinginkan.
4. Dorongan Untuk Terus Berbuat Baik dalam Kondisi Apapun


وَإِن جٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿لقمان:١٥

Keluarga Luqman:15 – Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Bahwa bergaul memang perlu batasan, tapi jangan sampai batasan tersebut membuat anak jadi kiper, dan justeru terjebak dalam taklid buta. Tahu sesuatu yang salah agar lebih mendalami arti kebenaran. Ibarat perjalanan, kadang tersesat dan sadar jalan pulang.


5. Memotivasi Pentingnya Amal walaupun Kecil


يٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى السَّمٰوٰتِ أَوْ فِى الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّـهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿لقمان:١٦

Keluarga Luqman:16 – (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Bahwa segala perbuatan ada pembalasan, termasuk amal. Paling mudah mengajarkan anak untuk mengisi kotak infaq. Memberi peminta sedekah pembangunan masjid dan semacamnya. Menyumbang pakaian tak terpakai yang layak ke korban bencana dan seterusnya. Atau uang jajan disisihkan untuk keperluan lain hari. 

6. Mendirikan Shalat dan 7. Terlibat dalam Kegiatan Dakwah


يٰبُنَىَّ أَقِمِ الصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿لقمان:١٧

Keluarga Luqman:17 – Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Memang sulit menerapkan disiplin kepada anak kecil, kasuistik, karenanya, perlu penekanan bahkan pemaksaan, bahwa kewajiban harus dilaksanakan. Hal ini mampu mendorong akan kewajiban belajar karena esok hari akan ada ujian, misalnya.

8. Tidak Berlaku Sombong


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿لقمان:١٨

Keluarga Luqman:18 – Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Kesombongan kadang tidak sadar muncul, baru sadar saat hal tersebut sudah berlaku. Kecil, seperti riya’, sulit ditebak, tanpa sadar bahwa perkataan, perbuatan yang barusan, ada unsur riya’, sombong. Menahan perkataan dan tindakan, lebih baik, berpikir jernih sebelum melakukannya. Jauhkan anak dari pergaulan teman-temannya yang mudah berucap jorok, mencaci kawan sesukanya. Karena lingkungan begitu mudah mempengaruhi kejiwaan anak. Terbawa suasana pergaulan. Cukup kenalkan, bahwa hal itu ada, tidak baik.

9. Mengajarkan Kesederhanaan

وَاقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوٰتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿لقمان:١٩

Keluarga Luqman:19 – Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Sederhana, mengenalkan akan dunia sekeliling. Banyak anak yang tidak mampu jajan. Uang jajan kecil dan semacamnya. Kepemilikan barang itu didapat dengan keringat bercucuran, tidak asal ngomong lantas ada. Jadi ingat, anaku si jagoan, akan beli HP nunggu dapat dari THR lebaran nanti, karena bisanya dapat uang dari embahnya, uwa, bahkan ayahnya sendiri. 
———–

Inspired: kajian Duhur masjid Baiturrahman, Ancol Taman Impian, oleh Ust Misbahul Anam, MA. Kamis, 18 Mei 2017.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di agama, Al-Quran dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s