Hampir Jadi Korban Social Engineering


Apa si Social Engineering? 

______________

Handphone berdenging “Halo”
“Kenal saya ga?” Jawaban dari seberang sana.

“Oh, si Fulan ya?” Jawab saya.

“Iya, ini nih…bla…bla..” dan seterusnya, sayapun menanggapi dengan serius, sampai pada akhirnya membicarakan pembiayaan. Tapi saya kebetulan tidak memiliki cukup dana. Bahkan si Fulan tersebut menelpon ulang untuk memastikan. 

Beberapa hari kemudian, saya baru sadar, bahwa saya hampir jadi korban penipuan. Kejadian ini sudah lama, saya ingat kembali setelah membaca pesan berantai atau broadcast di grup Whatsapp, bertema Social Engineering. Tidak sama persis, tapi mirip. Berikut saya copas 

——————————-

WASPADA !!!

*- Social Engineering -*

Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil. 

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

_”Jadi begini bu,”_ ujar salah seorang diantaranya. _”Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang.”_

*”Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda,”* sahut isteri saya.

_”Kenapa bu?,”_ tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. _”Ibu tidak percaya kepada kami?”_

*”Ya, saya tidak percaya kepada kalian,”* sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

_”Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak.”_

*”Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu.”*

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.

-000-

Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

_”Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,”_ katanya sembari menatap saya. _”Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?”_

Saya langsung menggeleng.

*”Maaf pak, saya tidak bersedia,”* jawab saya tegas.

_”Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?”_

*”Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda.”*

_”Terus saya harus bagaimana?”_

*”Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya.”*

Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.

-000-

Itulah social engineering. Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu. 

Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

semoga berguna 👍

Kata kata seperti ini:

“Bapak gak percaya dgn saya ?”

Biasa nya kita jadi sungkan krn takut menghina mereka lalu kita jawab:

“Bukan begitu…tapi…….”

Nah disaat itu, kita menempatkan diri dibawah mereka.

Seharus langsung jawab:

“IYA…SAYA GAK PERCAYA KALIAN….” 

persis dalam cerita diatas. Mulai itu penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.

——————-

Jadi saat saya menyatakan kenal dengan penelpon, saya sudah masuk jebakan, memanfaatkan titik lemah manusia sebagai makhluk sosial yang cenderung sungkan dan pakewuh, saya sungkan untuk bilang “TIDAK KENAL

Apa Social Engineering?

Menurut Wikipedia, Social engineering adalah manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.

Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Dan seterusnya, baca di wikipedia Indonesia

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Hampir Jadi Korban Social Engineering

  1. ysalma berkata:

    Saya juga pernah mendapatkan penawaran yg ala2 transfer itu. Menolak krn ga punya saldo sebanyak yg ditawarkan 😀
    Sekarang, semua harus waspada dan curiga ya. Duh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s