Kafir dan Jihad


image

Dua istilah atau kata yang kerap dianggap mengandung unsur sara dan tabu oleh sebagian orang. Padahal dua kata ini, kafir dan jihad, adalah istilah Syariah. Istilah yang dipilihkan oleh Alloh langsung.
Seperti yang tertulis dalam Alquran surat Al-Bayinah

Pembuktian (Al-Bayyinah):6 – Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Dari ayat di atas, ada dua jenis kafir yang disebut, yakni kafir dari ahli kitab (Yahudiwannashoro) dan orang-orang musyrik. Jadi jelas, selain Islam adalah kafir. Meski sebagian kita lebih suka ‘memperhalus’ dengan istilah non-muslim. Padahal kata kafir lebih pantas, karena itu sesuai syariat Allah SWT. Lantas bagaimana dengan istilah domba-domba yang tersesat?

Harta rampasan perang (Al-‘Anfāl):73 – Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Dari uraian ayat 73 surat Al-Anfal diatas, dijelaskan, bahwa orang-orang kafir saling tolong menolong. Tolong-menoling dalam hal ini menyangkut berbagai sendi kehidupan. Termasuk dalam memerangi kaum Muslim.

Kasus terkini adalah dalam perang Syiria. Rezim Basyar Al-Asaad dibantu dari berbagai negeri kafir lainnya, menggempur pemukiman warga di Aleppo tanpa mengindahkan perikemanusiaan. Korban jiwa berjatuhan dari bayi sampai lansia. Sementara kaum Muslim masih disibukkan dengan perdebatan fiqh yang tak berujung.

Bersatulah. Penggalangan dana guna membantu saudara muslim Aleppo banyak yang menggelar. Sisihkan sebagian Rizki ke sana.

Mungkin ada yang berpendapat,

“di dekat kita juga masih banyak yang kekurangan dan memerlukan bantuan Kang”

Baiklah, tapi prioritas mana? Urgensinya. Karena ngomong kekurangan itu relatif. Ga bakalan ada cukupnya.
Di Aleppo, saudara kita mati karena bomb dan kelaparan. Silahkan Googling berita mengenai Aleppo. Miris dan menyayat hati. Syiria atau Syam adalah negeri yang dijanjikan. Negeri menara putih. Cikal bakal turunnya Imam Mahdi dan Nabi Isya AS.

Dari Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak merugikannya orang yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang hari kiamat dan mereka berada dalam keadaan demikian” [Mutafaqun Alaihi dan hadits ini dari Muawiyah memiliki delapan jalan periwayatan]

Berkata Umair -salah satu perawi hadits- :Telah berkata Malik bin Yakhomir : Telah berkata Muadz : mereka berada di Syam. Dan berkata Muawiyah : Malik ini mengatakan bahwa dia telah mendengar Muadz bin Jabal berkata : Mereka di Syam.

Hadits Salamah bin Naufal Radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz.
“Artinya : Sekaranglah tiba peperangan, senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mengalahkan manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengangkat hati-hati sejumlah kaum lalu berperang dan mendapatkan rizqi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa istana kaum mukminin ada di Syam dan kuda perang telah diikat di ubun-ubunnya kebaikan sampai hari kiamat” [Hadits shahih atas syarat Muslim)

Hadits Qurrah Radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz “Artinya : Jika penduduk Syam telah rusak maka tiada kebaikan pada kalian, senantiasa ada sekelompok dari umatku yang dimenangkan yang tidak merugikannya orang-orang yang menyelisihinya sampai datangnya hari kiamat” [Hadits shahih atas syarat Syaikhoin.

Sapi Betina (Al-Baqarah):216 – Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Kutipan hadits selengkapnya : almanhaj.or.id

Inspired: kuliah Duhur masjid Baiturrahim, Ancol Taman Impian, oleh ust Achmad Syahidin, Lc. Rabu, 04 Mei 2016. (tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s