Keterasingan yang Menyelamatkan


Pernahkah pembaca berkunjung ke tempat asing, baru pernah anda singgahi. Apa yang anda lakukan dalam keterasingan tersebut? Biasanya manusia akan cenderung hati-hati jika tinggal di tempat baru. Karena belum memahami wilayah dan budaya sekitar. Barangkali takut tersesat jika salah melangkah, atau takut menyinggung warga setempat jika berucap sesukanya. Hati-hati dan waspada. Rajin bertanya dan belajar kepada orang yang lebih memahami wilayah dan budaya setempat, agar selamat.

image

Nabi-Nabi (Al-‘Anbyā’):1 – Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).
Demikian juga dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, posisikanlah diri anda sebagai orang asing, agar senantiasa hati-hati dan berpikir jernih dalam setiap tindakan. Ibnu Umar berkata, ” jadilah hidup di dunia ini seperti orang asing”.Memahami fitrah sebagai manusia, agar selamat dunia akherat.

image

Wanita (An-Nisā’):115 – Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Dunia ini adalah tempat singgah sementara, tempat asing yang semestinya manusia hati-hati dalam melangkah sehingga tidak tersesat. Teliti dalam mengambil setiap keputusan, bertanya kepada guru ilmu untuk suatu masalah yang belum dipahami. Manusia di bumi hanyalah orang asing di persinggahan sementara dan akan melanjutkan perjalanan ke kampung akherat. Akankah kita selamat atau tersesat? Di persinggahan ini menjadi penentu.

image

Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):1 – Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):2 – (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
Orang-orang mukmin (Al-Mu’minūn):3 – dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

Sekali lagi, perbuatan dan perkataan yang tidak berguna di suatau persinggahan, jauhilah.
Apakah pembaca tinggal di tempat baru?

——————————–
Inspired : Kajian kuliah Duhur, Senin 24 Dzulhijjah 1436H / 08 Oktober 2015, masjid Baiturrahman, Ancol Taman Impian, oleh Ustad Wahid Rahman, materi : Akhlak

—————————————-
Posted from Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di sosial dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Keterasingan yang Menyelamatkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s