Purwojaya Dengan Fitur Gemlondhang


image
Biarpun gemlondhang masih bisa bobo dan gaming

Kembali ke Jakarta, seperti yang kutulis pada kisah mudik postingan sebelumnya, kereta adalah pilihan alat transportasi paling baik saat ini dan Purwojaya jadi pilihan warga Purwokerto, Banyumas, Cilacap dan sekitarnya untuk pulang kampung ataupun balik ke Metropolitan.
Kalo pada pulang kampung kemarin harga tiket Rp245.000 dengan fasilitas yang sudah saya ceritakan, sedang harga tiket balik lebih murah Rp15.000 alias Rp230.000 perseat. Usut punya usut ternyata tidak tersedia stop kontak listrik seperti pada gerbong bisnis Purwojaya perjalanan pulang.
Berarti stop kontak dihargai 15 ribu. Mungkin.

image
Stop kontak listrik 15ribuan

Ada satu fitur mengganggu yang selalu saya dapatkan, yaitu suara bising dalam gerbong, baik saat pulang maupun balik. Suara “gemlondhang” ini berasal dari luar gerbong, gesekan roda kereta dengan rel menerobos masuk melalui pintu yang kebuka.
Hal ini terjadi karena rusaknya pintu, jika saat pulang kemarin daun pintu lepas dari relnya, sedang pada balik ini lock pintu tidak berfungsi, sehingga daun pintu akan bergeser dengan sendirinya saat gerbong bergoyang.

image
Pintu rusak gerbong bisnis purwojaya

Saat pulang kemarin pintu bisa diperbaiki oleh maintenance kereta sehingga fitur gemlondhang ilang, kali ini sepertinya tidak ada yang merhatiin. Mungkin karena perjalanan malam. Toh penumpang sebagian tetap bisa tidur nyenyak. Seolah tak terganggu oleh bisingnya gerbong. Saya beberapa kali mencoba memaksa daun pintu menutup sempurna, tapi tetap saja kait lock tidak berfungsi. (Tri)

17 respons untuk ‘Purwojaya Dengan Fitur Gemlondhang

Tinggalkan Balasan ke Triyanto Banyumasan Batalkan balasan