Salah Tanggap, Silahkan Kritisi Tulisanku


Yups… Masbro, tulisan sesorang yang subyektif memang kadang salah arti bagi pembaca, maksudnya ini…ee… dikira itu. Tapi kalo memang dianggap salah ya silahkan kritisi dan koreksi tapi coba jeli dan teliti tulisan dengan nurani…

Seperti penggalan komentar di atas yang sepertinya salah tanggap akan tulisanku tentang Indonesia, “One Billion Motorcycle of Country” padahal kamsudku eh.. maksudku adalah mengkritisi pemerintahnya bukan owner motor, tapi its okslah, aku lebih suka jika ada yang mengkritisi biar makin sip tulisanku.

Oks Gan, memiliki kendaraan pribadi adalah hak setiap warga negara yang memang mampu untuk memilikinya, entah itu memang kebutuhan, atau sekedar hobby dan koleksi, sekali lagi itu hak anda, saya dalam tulisan tersebut hanya menghubungkan sifat dasar dari pribadi sendiri dengan keadaan negeri ini. Seperti tulisanku yang lalu, mengenai mengapa jarang nulis isu tentang motor atau tetek bengeknya, ya karena ini, perlu pencerahan ke otak ini, dari awal ngeblog di blogspot ga ada kepikiran jadi blog otomotif, tengok saja header image blog ini, ga ada nyambung sama sekali sama otomotif, intinya

” Menulis Untuk Belajar, Diskusi, Mengingatkanku Dan Yang Mau DiIngatkan”

Nah Dalam hal ini saya coba sedikit mengingatkan pemerintah akan moda transportasi yang lebih layak, agar kota-kota di Indonesia tidak terkenal dengan istilah “MACET”. Mungkin ga berdampak, tokh membangun negeri dan ikut andil dalam pengembangan bumi pertiwi ke arah yang lebih baik ga harus nunggu jadi “WAKIL RAKYAT” atau pejabat. Atau nunggu hits jutaan, ya enggaklagh, kesadaran akan pentingnya oposisi, kalo tokh tidak jadi wakil rakyat banyak, paling tidak saya sudah jadi wakil diri sendiri, menyampaikan aspirasiku sendiri, meskipun si pejabat pemerintahan ga baca, ra masalah. Saya pikir ini lebih baik, daripada teriak-teriak pakai Megaphone dan menimbulkan kemacetan, apalagi aksi anarkis, yang berakibat mendzolimi orang lain, yang sebenarnya adalah rakyat juga.

Jadi saya teriak dimari, gak perlu turun ke jalan dan menambah keruwetan jalanan yang makin mampet oleh kendaraan, Tapi bukan berarti aksi turun ke jalan itu salah semua, hanya saja sekarang sulit membedakan mana aksi murni dan mana yang dipolitisasi alias diboncengi.

bahkan tulisanpun sekarang bisa diboncengi kepentingan, ntah kepentingan pribadi atau golongan, semua diinfilterasi demi kepuasan segelintir, demi kenyamanan sesaat, demi dan demi yang lain lagi. Jika tulisanku menyinggung, ya memang maksud saya menyinggung, bagi yang tersinggung… mudah-mudahan adalah wakil rakyat atau aparatur pemerintahan pemerhati kenyamanan warga dan ingin berubah lebih baik. AYO KRITISI, jangan sungkan, saya tampung dan terimakasih banyak sudi mampir di blog ini. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Ngeblog, nUSANTARAKU dan tag , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Salah Tanggap, Silahkan Kritisi Tulisanku

  1. bennythegreat berkata:

    yaelaaa..itu komentator gak lihat “Big Picture” transportasi kota bro…
    monggo diberi pelajaran agar gak terlalu fanatik sama motor..

    bedakan antara motorcycle enthusiast dengan orang yang HARUS naik motor tiap hari karena jadi korban kegagalan transportasi massal.

    which one are you?

  2. cafebiker berkata:

    itu namanya komentator penguat mental mas. memang dibutuhkan komentator seperti itu, supaya mental kita jadi kuat 🙂
    Saya malah bingung kalau gak ada komentar yang kontra, nggak ada yang mendidik mental saya..

  3. B M W ♣ berkata:

    wajar mas,tiap orang punya sudut pandang berbeza

  4. morph berkata:

    maaf ya mas.. ternyata anda ini kakean sambat..

  5. bozz berkata:

    SUDAH SAATNYA PEMERINTAH TANGGAP,KALO SEPERTI INI TERUS ALAMAT INDONESIA AKAN JADI ONE BILLION MOTORCYCLE OF COUNTRY,KITA HARUS BELAJAR KEPADA NEGARA TETANGGA KITA SINGAPURA.

  6. dnugros berkata:

    Mulai kobong ni warungnya

  7. bauasem berkata:

    thanks mas udah diperhatiin commentnya sampai dibuat artikel 🙂
    Saya minta maaf kalau komentar yang kemarin bahasanya tidak enak,

    kalau liat komen om benny, saya mungkin bisa masuk ke dua kategori itu, saya juga merasa transportasi massal kita tidak baik keadaannya,

    Kalo diitung naik angkot itu mahal banget per bulannya, waktu juga ga efisien,
    Jauh lebih irit dan efisien naik motor,

    Saya pun menggunakan sepeda motor sebagai transportasi komuter, tapi saya juga punya motor sebagai hobby 🙂 buat sekadar jalan santai melepas penat, atau belajar ilmu merawat barang sendiri

    kalau dilihat terkesan hedonis memang, membeli sebuah skuter dengan harga yang bisa dapat 2 skuter jenis lain
    Namun bila dilihat lebih dalam ke diri masing masing, pasti tiap orang rela mengeluarkan uang “ekstra” untuk sesuatu yang disenanginya, sebagai kebutuhan tersier tentunya,

    Tak harus sepeda motor, ada yang lebih suka menghias rumah, binatang peliharaan, dll.

    Menurut saya tak ada yang salah dengan itu, selama diperoleh dengan cara yang halal, dan tak memaksakan diri.

    Kembali ke persoalan transportasi umum, kelak jika sudah nyaman kondisi transportasi umum, saya akan menggunakannya sebagai sarana komuter,
    Tapi tetap saja namanya hobby tak akan ditinggal 😉

    Sekali saya meminta maaf atas kekurang sopanan saya dalam berkomentar 🙂
    Tetap semangat menulis mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s