Melayani Customer, Pakailah Bahasa Customer Service Yang Baik..


beres fontana Gunung Sahari

Masbro masih inget postinganku tentang pengambilan  Full Fairing Pulsar 220 di Fontana Gunung Sahari yang mampir Beres dulu dan sedikit ketemu bahasa penjaga gudang yang pakai bahasa preman menurutku “GUWA” mengapa dia tidak memakai kata saya, demikian juga saat service pertama, untuk klaim garansi service, juga kata “GUWA-ELLU” meluncur lancar tanpa beban siapa customer yang dihadapi. Bukan maksud mengajari atau menjelekkan (emang jelek si 😀 ) tapi saya yang bekerja di bidang rekreasi, dimana kita menjual jasa dan pelayanan, sering bertemu pengunjung dan mesti memakai bahasa yang sopan dan santun, agar customer atau pengunjung nyaman dilayani. Mungkin tidak semua karyawan ditempatku memahaminya, tapi sepengetahuanku, semua yang terlibat dalam sebuah perusahaan baik yang menjual barang ataupun jasa pasti tidak akan lepas dari namanya “PELAYANAN” kepada konsumen atau customer  Service yang Excellent.

Balik ke ATPM motor, sebelumnya saya memakai Honda Tiger, beberapa kali klaim garansi ke BERES AHASS, dari service gratis, ganti piston, bahkan ganti head cylinder blok… dan dilayani dengan bahasa yang merendah dan santun “SAYA-BAPAK” bukan “GUWA-ELLU”. Mungkin itu bahasa keakraban perkawanan yang “mbroderhud” tapi seharusnya ditempatkan pada orang yang memang sudah kenal lama dan akrab betul.

Kenapa saya sensitif dengan bahasa penyampaian seseorang, yups… karena saya orang jawa, dimana orang jawa terkenal dengan “UNGGAH_UNGGUH” layaknya keraton, maklum masih dekat dengan Mataram dan Ngayogyakarto. Kedua Saya terbiasa dengan pengunjung yang memang wajib dilayani lebih, lebih dalam artian ditinggikan posisinya dari saya, menghargai, menghormati dan mengunggulkan konsumen adalah bahasa marketing yang penting dalam menggaet konsumen, meskipun saya bukanlah seorang marketing, tapi kuli panggul (maka saat lagi memanggul sesuatu, dan ada pengunjung yang nanya, maka barang yang dipanggul diturunkan dulu dari pundak, dan menjawab dengan sopan “iya ibu/bapak/embak/emas, ada yang bisa saya bantu ?” dengan sedikit merendahkan badan dan memandang muka penanya).

Jadi janganlah memakai BAHASA PREMAN dalam menghadapi customer. Sekali lagi Customer memang bukan raja tapi karena customer, gajimu dibayar, tanpa customer “arep ngopo kowe jal ?”

Kalo dibanyumas “Guwa kuwe ya guwa, kaya guwa lawa nang Purbalingga, guwa Jatijajar, guwa kuwe gawing bolong, guwa kuwe rong nang lemah tapi udu sumur, nek ELLU ya sing nggo nutu lesung… eh salah kae jenengane Alu ding :mrgreen:

Wassalamu’alaikum

Wassalamu’alaikum

NB :

coba telp dealer bajaj fontana yang di daan mogot deh, mba siapa itu, ampun deh suaranya ketus bin judes minta ampun, padahal belum menyampaikan maksud apa-apa, gimana kalo ada yang nanya mau beli motor ya.. karna saya yang butuh, jadi ya pasrah aja..

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di ATPM dan tag , , . Tandai permalink.

24 Balasan ke Melayani Customer, Pakailah Bahasa Customer Service Yang Baik..

  1. #99 bro berkata:

    mangan sik lagi moco..

  2. ridertua berkata:

    Kados pundi kangmas ..???
    dalem nderek kemawon….. pokepriwe aku manut la :mrgreen:

  3. oonk berkata:

    Aha
    ridermatic.wordpress.com/

  4. elsabarto berkata:

    untung gak misuh yo mas.. misuh kamplengisan :mrgreen:

  5. cafebiker berkata:

    kamplengi wae, utowo bandem nganggo pulsar :mrgreen:

  6. Long'S berkata:

    Sejutu bngt dhe sama kamu 😳
    Dlm dunia dagang pun long’s begitu
    Bila melayani pembeli sebisa mungkin bersikap ramah dan sopan walau terkadang pembeli ny itu cerewet dan menyebalkan :evil;

  7. Long'S berkata:

    Sejutu bngt dhe sama kamu 😳
    Dlm dunia dagang pun long’s begitu
    Bila melayani pembeli sebisa mungkin bersikap ramah dan sopan walau terkadang pembeli ny itu cerewet dan menyebalkan 👿

  8. Susindra berkata:

    Semoga banyak yang belajar dari pengalaman ini. yah, saya setuju, dengan kostumer atau yang belum dikenal baik sebaiknya memakai ‘saya’ daripada ‘aku’. Apalagi ‘gue/gua’

  9. sabdho guparman berkata:

    setuju banget guwa ama elu masbro . . . :mrgreen:

    ngumpet dulu . . .

    keep brotherhood,

    salam,

  10. dnugros berkata:

    bahasa preman itu yang kaya gimana tho pak?

  11. kmphlynx berkata:

    bukan kepala mekaniknya ‘kan, mas Tri?

  12. Sugeng berkata:

    Memang dalam berhadapan dengan konsumen kita seharusnya tidak semau gue sendiri. Karena mereka juga kita bisa seksis. Saya sendiri meskipun bukan orang frontline people tapi mencoba untuk mengimplikasikan dalan kerjaan sehari-hari. Bgaiamna kita menghormati diri sendiri kalau sama orang lain saja kita tidak santu 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  13. anto berkata:

    coba telp dealer bajaj fontana yang di daan mogot deh, mba siapa itu, ampun deh suaranya ketus bin judes minta ampun, padahal belum menyampaikan maksud apa-apa, gimana kalo ada yang nanya mau beli motor ya.. karna saya yang butuh, jadi ya pasrah aja..

  14. aguswazza berkata:

    Lu,Guwa end.. :mrgreen:

    Piss yo mas,:D

  15. setuju banget mas… ilmu custumer serviceorientationnya kurang tuh….. gak ada ditraining ngadapin konsumen…

  16. Rainbow berkata:

    gimana mo ngelayanin konsumen dengan baik? ngurus produknya sendiri aja gak bener :mrgreen:

  17. Ayahnya Adit berkata:

    Kata ‘elo’ & ‘gua/gue’ menurut sy bukan bahasa preman, mas. Itu bahasa pergaulan sehari2 di jakarta utk menunjukkan kesetaraan & keakraban. Memangnya di jawa tengah atau timur sana premannya pake bahasa ‘elo gue’ jg ya?. Tp tetep kalo buat klien & yg dituakan sih ga pantes.

  18. gogo berkata:

    kudune yah nganggo bahasa indonesia sing leres.. setujulah, gue elu, enyong koe, rika kulo, de el el nggo percakapan obrolan bae lah..

  19. alhakim berkata:

    konsumen yg baik adalah yg menghargai waktu kerja para produsen’a bro,ente nanya’a pas jam istirahat..harus’a kalo mau d hargai tunggu jam istirahat’a selesai dulu,sabar itu buah’a manis broww,produsen juga manusia,jadi harus saling menghargai karna derajat manusia sama d mata tuhan…

  20. Setuju sama artikelbdi atas.
    Seharusnya ada standard operation procedure (sop) dalam melayani pelanggan.

    Baik melalui telepon ataupun tatap muka.
    Atau jangan2 memang begitu sopnya di sana dab?

    Hahaha

    Salam kenal

    Luki transwish

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s