1 Bulan Bareng Honda Vario 125fi 2013, si Pasir Putih


Honda Vario. Sudah beberapa generasi produk Astra Honda Motor yang satu ini. Awal kemunculan Vario dari AHM, berperan sebagai penyeimbang produk skuter matik Mio dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM, kala itu masih YMKI) yang melenggang dan menjadi primadona. Yah, Vario bisa dianggap pengekor yang akhirnya terus berkembang dan sukses juga mengimbangi pasar Mio.

Honda Vario 125. Setelah sekian tahun cuma menonton berseliweran di jalan, akhirnya saya kepincut juga untuk memelihara produk mainstream ini. Masih menganut Homosek Kapak Merah alias Hobi Motor Second Kantong Cepak Maunya yang Murah ala Pak Dosen penunggu gunung Ciremai, saya meminang Vario 125 lansiran 2013 warna putih. Bisa disebut meminta, karena pemilik sebelumnya adalah orang tua sendiri (mertua), dengan rayuan (lebih tepatnya memelas) dan sedikit kuras tabungan, akhirnya luluh juga, dan mengikhlaskan tunggangannya untuk saya pelihara, menggantikan Jalitheng Pulsarstrada 220 yang hibernasi karena masalah pengereman. Vario ini saya beri nama Pasir Putih.
Saya mulai mengendarai si Pasir Putih, Vario Second ini sejak akhir Desember 2016, tepatnya sejak tanggal 28 Desember 2016. Berarti sudah sebulan lebih. Oh iya, tadinya mau saya kasih nama Bawang Putih atau Kleting Putih, tapi saya pikir terlalu keren untuk produk mainstream. 

Nama Pasir Putih saya ambil, karena jumlah Vario yang banyak di jalan, sulit dihitung, layaknya pasir yang berceceran di mana saja. Yah, pasir, dimana pun tempat bisa ditemuin, di sungai, di laut, di gunung bahkan di dalam kamar karena kadang nempel di telapak kaki kita dan rontok di dalam rumah. Saat mengendarai Pulsar, menyalip Vario seolah tidak ada habisnya, kesalip satu, depan ada lagi, disalip lagi, ada lagi, terus begitu. Layaknya lomba lari kancil dan siput, yang menang siput, karena jumlahnya banyak, estavet. Bahkan tadinya nama Siput Putih ingin saya sematkan buat si Vario Second ini, tapi kayaknya kurang cocok, karena Vario 125 fi gen pertama ini, larinya cukup kencang dan gesit.
Pasir Putih. Sedang kata Putih, karena warna Vario saya yang putih.

Oh iya, selama sebulan sudah kemana aja si Pasir Putih? Tentu antar saya pergi pulang kerja, juga sekali Sunday Riding ke waduk Jatiluhur. Perawatan apa saja yang sudah dilakukan pada Vario Pasir putih? Lumayan banyak, lain kali diceritakan. Tulisan ini sebagai pembuka saja, biar blog tidak kosong sekaligus merangsang jempol saya untuk kembali mengetik menggunakan ponsel. Yup masih mengandalkan wordpress from android.
————–

Posted from Mi Prime Cungkuwo

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke 1 Bulan Bareng Honda Vario 125fi 2013, si Pasir Putih

  1. ardiantoyugo berkata:

    dol wae pulsare…
    putih ro iteng ra cocok…

  2. Proleevo berkata:

    Paling penyakite ming komstir ro CVT ndregdeg mergo kotor.

  3. Om Gasat! berkata:

    Sudah khatam pelihara metik, akhirnya saya kembali ke pangkuan bebek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s