Jakarta – Karawang, Menikmati Lalu Lintas Yang Kembali Normal


Pekan lebaran 1436 H tahun ini nampaknya segera berlalu, berharap kan kembali berjumpa tahun depan, tentu rindu Ramadan adalah yang utama. Barangkali dengan menunaikan soum/puasa Syawal mamapu mengobati rindu itu. Semoga mampu. Amin

image

Back to normal

Pekan lebaran ditandai dengan mengendurnya lalu lintas di ibukota dan kota satelitnya, tapi sore tadi, nampaknya lalu lintas sudah kembali dari kampung-kampung se-Indonesia. Meski belum normal seutuhnya (normalnya lalin ibukota dan sekitarnya adalah macet 🙂 ) tapi sebagian besar ruas jalan padat bahkan di beberapa titik merayap.
Tapi sesuai judul, perjalanan pulang kali ini saya menikmatinya, tidak seperti hari-hari sebelumnya, di mana biasanya saya hanya punya tujuan pasti, pulang atau berangkat kerja, Karawang – Jakarta dan sebaliknya.

image

Keren dari jauh, kalo dekat?

Mungkin karena tidak sepadat normalnya hari kerja, sehingga saya masih bisa menikmati, atau karena mengendarai Jeng Maryate aka Suzuki Hayate yang lincah, meliuk di tengah hiruk-pikuk kendaraan. Mengejar Yamah MX-King yang nampak keren dari jauh, bahkan sempat memotretnya di tengah kemacetan. Juga mengikuti Honda GL modifikasi Bobber yang unik. Unik, karena mesin dan body ramping ala CB tapi memakai roda dibalut ban gambhot sama besar depan belakang. Ditambah sang rider yang mengenakan helm GM Supercross tanpa gogle. Aneh, biasanya rider motor modif klasik mengenakan helm old school, tapi yang ini mengenakan helm super cross. Mungkin sama anehnya dengan saya yang mengendarai skutik berhelm MDS Super Pro 😀 .
Keduanya saya abaikan sampai fly over Sumarecon Bekasi yang terkenal itu. Meski sama berbelok kanan menuju MM Bekasi, tapi selanjutnya saya ke kiri menuju Bulak Kapal Kalimalang.
Lalu lintas benar-benar ramai, disinyalir sepanjang Kali Malang Bulak Kapal – Tambun – Cibitung padat. Saya memilih belok kiri menuju pintu gerbang terminal Bekasi. Bis AKAP ramai diiringi angkutan kota. Perempatan Bulak Kapal krodit.
Sepotong Honda Verza ber top box dan side bag merangsak ke depan, saya melanjutkan menikmati kelincahan Jeng Maryate. Sampai pertigaan jalan masuk Rawa Kalong, lalin kembali antri, bergantian dengan kendaraan yang berbelok masuk. Verza di depan, tatkala arah lalin kami dibuka, laksana start balap grand prix, kendaraan arah Cikarang sama-sama memutar throtle gas, termasuk saya dan rider Verza berbox, brummm.. Akselerasi khas GL series yang nendang kalah karena Hayate tidak perlu oper gigi. Unggul meski sedetik, karena beberap detik berikutnya sang Verza melesat, sayang di salah mengambil celah di antara angkot dan kendaraan lain, sehingga dengan enteng Hayate berlalu, hal tersebut berulang lagi. Saya tertawa membayangkan gondoknya si Verza. Padahal saya tidak berniat balapan, tapi sekedar menikmati perjalanan dan mengejar waktu Maghrib. Berharap dapat waktu jamaah di masjid yang saya ingat berada di jalan baru Karawang.
Mendekati Cikarang Barat, Verza sudah tidak nampak di spion Hayate, mungkin berbelok arah. Masuk gerbang termiinal dan pasar lama Cikarang, lalu lintas rame, kendaraan lawan arah menjafi pemandangan biasa. Mungkin inilah salah satu kenormalan lalin di sini.
Selanjutnya saya serius menapaki jalan raya Cikarang – Karawang. Hari makin gelap, Azan Magrib berkumandang. Throtle gas Jeng Maryate saya putar, waspada, mata awas mengawasi lalin, pencahayaan kurang sempurna, kerap membuat gagap saat ada kendaraan tanpa lampu rem atau stop lamp mati di depan kita.

image

Ternyata masjid ini diprakarsai oleh artis GGS, Aliando

Alhamdulillah sampai masjid yang dituju, An – Nur (belakangan diketahui masjid ini diprakarsai Aliando Syarief, lain waktu saya ceritain isinya), warna putih yang ramai jamaah dadakan, pengguna jalan yang singgah demi menunaikan kewajiban. Toilet, wudu, shalat jamaah masbuk, itupun bukan jamaah awal waktu.
Selesai, melanjutkan perjalanan, mampir isi premium di SPBU terdekat. Berbelok kiri di Lamaran, menapaki jalan alternatif Karawang – Cikampek. Sampai pasar Tlagasari lalin juga ramai, masuk kiri menuju Tempuran. Alhamdulillah sampai Tempuran, dapat Jamaah Isya awal waktu.(tri)

—————————-
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jakarta – Karawang, Menikmati Lalu Lintas Yang Kembali Normal

  1. Ping balik: Mampir Shalat di Masjid Aliando Syarief GGS (Galery) | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s