Kendaraan Baru, Kemacetan Lalin dan Transportasi Masal yang Kamseltibcar


macet demoSetiap hari jumlah kendaraan di Indonesia semakin bertambah. Proses kepemilikan kendaraan semakin mudah. Kendaraan baru yang terus muncul an jiwa konsumtif masyarakat pada umumnya, membuat lalu lintas di negeri ini, khususnya Ibukota dan kota satelit di sekelilingnya makin sesak. lalu lintas macet adalah pemandangan yang seolah sudah menjadi ciri khas Jakarta. Tanpa macet bukan Jakarta namanya.

Adalah Indonesia Traffic Watch (ITW) sebagai pemerhati lalu lintas dan angkutan jalan ikut prihatin dan menyeru agar berhenti membeli kendaraan baru. Berikut siaran press dari ITW

————————————-

ITW : Stop Membeli Kendaraan Baru
Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai pemerintah tidak serius untuk mengatasi masalah kemacetan dan kesemrautan bahkan keselamatan lalu lintas di negeri ini. Padahal permasalahan lalu lintas khususnya di Ibukota Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya sudah berada dalam kondisi gawat darurat. Seharusnya pemerintah juga melakukan tindakan yang sama dengan cara moratorium produk kendaraan hingga sesuai dengan daya tampung dan kondisi jalan.

“Ironisnya, pemerintah justru lebih tertarik pada upaya yang berorientasi proyek dengan pembangunan jalan layang, flyover maupun underpas, tetapi lambat dalam mewujudkan transportasi publik yang layak, “ kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Senin (30/3).
Sesungguhnya, kata Edison,  pemicu utama kemacetan khususnya di kotakota besar adalah akibat populasi kendaraan bermotor yang tidak terkendali, ditambah dengan rendahnya kesadaran tertib lalu lintas masyarakat. Serta belum tersedianya transportasi umum yang layak, terintegrasi ke seluruh penjuru dan terjangkau secara ekonomi, serta menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar).
Anehnya, pemerintah tidak langsung bertindak pada subtansi permasalahan dengan melakukan moratorium produk kendaraan dan mewujudkan transportasi publik yang layak.  Dan lebih aneh lagi, justru pemerintah melakukan pembangunan jalan baru yang tentu membutuhkan dana yang sangat besar.  Permasalahan lalu lintas kian runyam, akibat  pihak produsen otomotif tidak memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kemacetan hebat seperti saat ini.
Menurut Edison, dana triliunan rupiah itu seharusnya digunakan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan pembangunan jalan  di wilayah yang masih banyak kekurangan jalan raya yang berada di luar pulau Jawa. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta dan Pulau Jawa.
 “ Ada apa pemerintah dengan produsen otomotif,” ujar Edison.
Atas dasar itulah, ITW akan melakukan sosialisasi di seluruh Indonesia untuk mengajak masyarakat  “ Stop membeli kendaraan baru” .
“ Kami sedang konsilidasi dengan kawan-kawan di daerah untuk mengobarkan kampanye stop membeli kendaraan baru,” ujar Edison.
Dia menjelaskan, kampanye stop membeli kendaraan baru, sekaligus upaya untuk mengingatkan  pemerintah agar tidak hanya fokus pada  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mengisi pundi-pundinya. Tetapi harus lebih kreatif mencari sumber-sumber penghasilan asli daerah (PAD) dalam memenuhi APBD.
Menurut Edison, kreatif  pemerintah sudah tumpul, karena PKB sudah cukup untuk  memenuhi PAD. Maka dengan stop membeli kendaraan baru, permasalahan kemacetan akan teratasi sekaligus menuntut pemerintah agar lebih kreatif untuk mencari sumber-sumber pendapatan dari sektor lainnya.
——————————–
Jadi lebih baik memodifikasi kendaraan agar tidak membosankan, daripada jual dan ganti baru. Setuju.(tri)

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di transportasi publik dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Kendaraan Baru, Kemacetan Lalin dan Transportasi Masal yang Kamseltibcar

  1. blognyamitra berkata:

    Stop membeli kendaraan baru —>>> gak sepakat, masa orang gak boleh punya mobil baru. Yang penting itu pembatasan penggunaan kendaraan di jalan. Betul gak cak 🙂

  2. awas berkata:

    kalo remuk, daur ulang gimana pak? sing lawas, ndak memenuhi kriteria, ndak dipake, rusak dan smacamnya dihancurkan ..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s