Hindari Angkot Kosong


image

Pilih naik yang ngetem aja atau jalan kaki sekalian

Angkutan umum lega, penumpang tentu suka. Tidak perlu desak-desakan. Bisa disambi chating sama teman-teman di media sosial, berselancar di dumay bahkan bisa santai sampai ketiduran .
Lega bukan berarti kita boleh lengah lho. Karena resiko selalu ada dalam tiap lini kehidupan ini.
Resiko angkutan umum lega bisa sama buruknya dengan angkutan umum yang penuh sesak, meski beda versi.

Pernah dengar atau baca berita perampokan oleh penumpang angkot atau metro mini terhadap penumpang lain? Beberapa tahun silam berita tersebut cukup tenar.
Nah saya mengalami salah satu resiko naik angkutan umum yang kosong. Bukan resiko besar tapi cukup bikin ‘gondok’
Alkisah pulang kerja malam hari, begitu turun dari kereta Jatinegara-Bekasi, keluar setasiun angkot sudah mengantri, ngetem, menunggu penumpang penuh. Biasanya saya langsung naik, meski angkot Bekasi yang ngetem tersebut kurang layak. Kadang ada angkot yang tidak pakai lampu depan. Mungkin karen sudah hafal betul kondisi jalan yang dilalui.
Kebetulan ada angkot lewat (tidak ngetem) yang kosong dan menawarkan arah yang saya tuju sesuai kode nomor angkot tertera di kaca depan. Karena saat itu saya membawa barang tertentu, kalo sempit takut kegencet dan rusak, maka saya dengan senang hati masuk dan duduk sendirian.
Angkot segera melanjutkan perjalanan setelah diusir oleh calo angkot yang ngetem.
Selang 50 meter ternyata angkot putar balik karena tidak ada tambahan penumpang, cuma saya seorang.

Mungkin kuping saya yang dijejali Years berlanjut Apologizenya Alesso tidak mendengar obrolan antara supir dan kernet di depan, tahu-tahu sudah putar balik.
Sayapun turun sambil ngedumel, kembali ke tempat angkot ngetem.
Sesampai di tempat tersebut, angkot yang tadi ngetem ternyata sudah tidak ada, tersisa angkot kosong, ngetem, menunggu penumpang yang turun dari KRL berikutnya.
Saya yang ingin cepat sampai dengan suasana lega, justeru harus menunggu angkot penuh dan akhirnya sampai rumah telat.
Apakah pembaca masih suka naik angkot?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di transportasi publik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Hindari Angkot Kosong

  1. fajardinihari88 berkata:

    duduk dideket pintu atau belakang supir jadi favorit

  2. shumy27 berkata:

    enak sing penuhlah…palagi banyak cewenya 😀

  3. Maskur berkata:

    ngandel sih ora, mlaku bae mulane nek ora ngojeg
    #jamannangnggunung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s