Polisi : Antara Ketegasan dan Kemanusiaan


Bagi pembaca otoblogger tentu masih ingat postingan Mbah Edo  dan Mas Beni yang menyoroti ketegasan polisi dalam menindak pelanggar lalu litas, hal ini disampaikan lewat Road Safety Acociation (RSA). Di artikel ini saya  menyoroti tentang angkutan oleh roda 2, alias sepeda motor yang sering kita jumpai.

demi penghidupan yang layak, abaikan peraturan ?

Merujuk pada PP No. 41 tahun 1993 pada pasal 13 ( dilansir dan dicopast dari jalan berkarisma) berbunyi:

  1. Pengangkutan barang dengan kendaraan bermotor pada dasarnya dilakukan dengan menggunakan mobil barang.
  2. Pengakutan barang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari : a.barang umum; b.bahan berbahaya, barang khusus, peti kemas, dan alat berat.
  3. Pengakutan barang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan dengan menggunakan sepeda motor, mobil penumpang dan mobil bus dengan ketentuan jumlah barang yang diangkut tidak melebihi daya angkut tipe kendaraannya.
  4. Pengangkutan barang dengan menggunakan sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus memenuhi persyaratan : a.mempunyai ruang muatan barang dengan lebar tidak melebihi stang kemudi; b.tinggi ruang muatan tidak  melebihi 900 milimeter dari atas tempat duduk pengemudi.
Silahkan cermati point 4 dari PP di atas, dan lihat gambar , jelas motor di atas melanggar point tersebut, yaitu muatan barang dengan lebar melebihi stang kemudi dan tinggi ruang muatan  melebihi 900 milimeter dari atas tempat duduk pengemudi. Tentu hal ini jika polisi tegas berkaitan dengan desakan dari RSA, wajib tilang dong… tapi, mari kita tengok yang berikut dan cermati dengan mata dan hati kita :
Pasal 27 ayat (2) Perubahan UUD 1945 ditentukan : “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan “
Maksudnya adalah kalo saya yang mengalami dan di tilang polisi maka saya akan berkelit dengan UUD ini “Pak saya memang melanggar, tapi saya juga dalam rangka memenuhi pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, kebutuhan kelurga saya menuntut saya untuk melakukan pekerjaan ini ” mungkin itulah alasan yang masuk akal sehingga polisi pun sulit untuk menegakan dan tegas menerapkan perundangan yang ada,.. yups “KEMANUSIAAN ” adalah hal tabu untuk dilanggar, kalo bapak ini mampu beli mobil box mungkin dia tidak akan memakai motor untuk mengangkut barang yang sebenarnya jumlahnya merupakan kapasitas mobil box, atau barangkali bapak ini tinggal di gangan seperti saya, dimana mobil tidak mungkin masuk karena jalan ga muat Gan…
Sekedar share dan berbagi, terlalu banyak permasalahan penghidupan dan perundangan yang saling terkait dengan nurani saya sebagai rakyat bawah, saya akui, saya sering melanggar seperti bapak di atas, alasanya seperti itulah kurang lebih, karena inilah adanya saya, bukan bangga, tapi inilah Jakarta, inilah Indonesia… tegakan perundangan buat yang dibawah karena nampak jelas, tapi ke atas susah karena kabur dan jarang disorot secara detile… so.. masih ingat, Gayus yang dipenjara bisa jalan-jalan menonton tenis di Bali… apakah Polisi juga membangun image lewat Briptu Norman yang jadi artis karbitan… (jadi inget 2 hari lalu nih Briptu bikin heboh Dufan 🙂 )
Kedewasaan kita dituntut untuk lebih manusiawi dan berpikir panjang menanggapi satu permasalahan, banyak PR polisi yang lebih penting yang juga belum terselesaikan, lalu lintas juga hal penting, tapi jangan sampai karena melulu mengurusi lalu lintas lupa dengan kemanusiaan bagi warga bawah, penghidupan yang layak, hal yang susah didapat di Jakarta, jadi melanggar aturan lalu lintas kadang dimaklumi, toh yang pada korupsi ratusan juta bahkan mungkin milyaran polisi tak berkutik sepertinya, karena apa ?….
Sekali lagi ini bukan berarti saya tidak setuju dengan ketegasan polisi dalam menegakan peraturan lalu lintas, saya setuju tapi konsekwensinya adalah ke seluruh elemen dan juga seluruh pelanggaran, bukan cuma lalu lintas, tapi pejabat dan pengusaha berduitpun yang melanggar perundangan apapun itu, harus di tindak…
Terlalu banyak koreng polisi di mata masyarakat, jadi cobalah bersihin dan obatin koreng tersebut dan mulalilah berbenah, berantas oknum brengsek yang bangga dengan embel-embel kepolisiannya dan sewenang wenang menyalahgunakan kuasanya… Maaf jika ini menyinggung, kritik ini hanya bawaan emosi, karena saya pernah beberapa kali merasakan kebrengsekan oknum tersebut.. ga perlulah saya ceritain, terlalu panjang dan bisa bikin darah bergolak, yang jelas tuh oknum sudah saya kutuk strouk…!!!
Semoga ga brengsek lagi…. Wassalam

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Polisi : Antara Ketegasan dan Kemanusiaan

  1. saptriyawati berkata:

    Menjadi polisi juga terkadang serba salah, ketika dia hendak menjalankan tugas nya, ada saja yang menilai salah. ya semua berpulang pada diri masing-masing, mematuhi dan menaati segala aturan ynag ada 🙂

  2. kangmase berkata:

    menjalankan tugas mah yang penting sesuai aturan dan ajaran(agama)…

  3. Maskur berkata:

    nek nang daerah antara polisi karo orang biasa kelakuane sama saja

  4. joetrizilo berkata:

    Susah memang mengurai benang kusut kebrobrokan aparat kita, namun jika kita memulai dari kita sendiri serta keluarga dengan selalu tertib insyaallah bukan mustahil oknum aparat juga akan gigit jari…. 😀

  5. dnugros berkata:

    heh! kerja dulu sana ngga ngeblog aja, awas tak laporin atasanmu lho biar tiger korengenmu ditendang… :-D.

  6. achoey el haris berkata:

    ya kadang dilematis
    seperti halnya mau membersihka trotoar dari PKL 🙂

  7. ridertua berkata:

    sampai ban-e peyot 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s