Nikmat Yang Tergadai


image

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Demikian arti dari ayat surat Ar Rahman yang berulang kali. Saya yang suka dengan kalimat tersebut, ternyata hanya sekedar suka, tanpa implementasi yang haq. Implementasi akan nikmat sesuai ayat yang mengisyaratkan. Yah, mungkin layak disebut, nikmat yang tergadai,

lupa akan nikmat yang ada karena mengharap nikmat yang lain, yang dianggap lebih dan lebih. More, more and more.

Tazkiyatun Nufus.
Ya dengan tazkiyatun nufus atau Tazkiyatun nafs saya membuka pikiran dan mengetuk mata hati ini untuk kembali meraih nikmat yang tergadai. Tazkiyatun nafs adalah memperbaiki jiwa dan membersihkannya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, serta melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Apa sih nikmatku yang tergadai? Hidayah Allah. Ya, hidayah adalah nikmat yang tiada ternilai dan saya kerap melalaikannya dan menggadaikannya dengan nikmat yang fana. Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuniku. Aamiin.

image

Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):164 – Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

image

Sapi Betina (Al-Baqarah):151 – Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Kehadiran hidayah melalui utusan-Nya adalah nikmat yang membuka nikmat – nikmat selanjutnya. Selayakanya, dengan nikmat tersebut hendaknya
1. Menyadari bahwa segala hasil yang kita miliki di dunia ini, termasuk ilmu agama, bukanlah karena usaha kita semata, tapi anugerah Allah SWT yang menyampaikan pesan melalui Rasul-Nya. Agar kita senantiasa ingat kepada apa yg diperintah Allah dan mendorong untuk melaksanakannya, mengingat apa yang dilarang Allah dan mengajak kita utk meninggalkannya. Dzikrullah, bukan sekedar lisan, tapi serius melaksanakan peritah Allah. Wasyukurli, bersyukurlah dan jangan kufur nikmat. Menurut ulama, hidayah dan petunjuk yg lurus itulah sebaik baik nikmat. Mendapat ajaran Rosullullah saw. Menggunakan fasilitas nikmat yg diberikan Allah utk dimaksimalkan guna beribadah kepada-Nya. Jadi bagi yg kufur akan merasakan balasan yang setimpal di akherat kelak.

image

Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):105 – Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

image

Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):106 – pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”.
Jadi jelas bahwa nikmat yang ada harus disyukuri, kufur atau melalaikannya bisa disebut fasik.

2. Menyadari bawa semua nikmat yang diperoleh semata karena kasih sayang Allah kepada kita.
3. Semua fasilitas kenikmatan tersebut selayaknya digunakan untuk meningkatkan ketaqwaan.

To be continue ….

Inspired: kajian Kuliah Duhur Kamis Minggu pertama, materi Tazfiyatun Nufus oleh Ust M Arifin di masjid Baiturrahman, Ancol Taman Impian.(tri)

—————————-
Posted from Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Nikmat Yang Tergadai

  1. Irawan berkata:

    alhamdulillah…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s