Selfie, Antara Percaya Diri dan Tahu Diri


Selfie, self-potrait photograph. Istilah yang  belum lama saya pahami, meskipun istilah tersebut sudah lama dikumandangkan, sekira tahun 2004. Selfie bisa diartikan memotret diri sendiri, baik sendirian maupun bersama idola atau orang terkenal.
Pada masa sekarang, di mana teknologi fotografi makin canggih dan mudah, serta olah foto instan bisa disematkan di gadget, pelaku selfie makin banyak. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh jejaring sosial sebagai media mengunggah hasil selfie. Baik facebook, twitter dan tentu saja instagram.

image

foto-dari-blog-mas-Gie-Wahyudi

Saking boomingnya istilah selfie, kata tersebut masuk “Oxford Dictionaries’ word of the year”.

Selfie, memotret diri sendiri lebih tenar menggunakan gadget, hasil mungkin tidak maksimal dibanding menggunakan kamera saku dan DSLR karena keduanya bisa dilengkapi tripod dan timer shuter (beberapa ponsel juga ada yang menyediakan kedua fasilitas ini). Tapi penggunaan ponsel lebih mudah karena praktis dibawa kemanapun, sehingga setiap saat bisa dipakai. Dengan ponsel yang memiliki jaringan data, pengguna kerap mengunggah hasil selfie langsung ke berbagai social media. Narsis, kata anak remaja sekarang.

image

Idem

Percaya diri itu syarat utama pelaku selfie. Dia yakin bahwa dirinya keren, potogenik, cool dan berbagai sebutan baik lainnya. Tentu saja mengabaikan pandangan orang lain, karena keren bagi seseorang belum tentu bagi orang lain. Nah, menurut saya, di sinilah letak “tahu diri” yang perlu jadi perhatian pelaku selfie. Pantas tidak foto selfie yang akan diunggah ke social media, harus dipikir ulang. Agar tidak menimbulkan kontroversi. Seperti melanggar nilai adat-istiadat, budaya, agama dan undang-undang di suatu negara.
Selfie, tentu itu hak asasi dan sangat wajar jika hal itu dilakukan di masa sekarang. Tapi berhati-hatilah, jangan sampai selfie yang kita unggah di dunia maya disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Apakah pembaca gemar melakukan selfie?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di photography dan tag , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Selfie, Antara Percaya Diri dan Tahu Diri

  1. blognyamitra berkata:

    Horeee….pertamax… #eh premium ding :mrgreen:

  2. kasamago berkata:

    nmbh kosakata bru

  3. Ping balik: Instagram, Bukan Foto Biasa | Triyanto Banyumasan Blogs

  4. Ping balik: Cantik, Ganteng, Narsis di Sosmed, Waspada Jadi Modal Penipuan! | Triyanto Banyumasan Blog's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s