Terasingkan Di Pinggiran Metropolitan


Memasuki kawasan Pondok Pesantren Ulul Ilmi (Sabtu, 3 Maret 2012) Cipayung, Jakarta Timur, agak sepi dan seolah memasuki wilayah lain di Jakarta. Sebuah kawasan pendidikan ala kadarnya, gedung nampak belum sepenuhnya jadi. Suasana pesantren yang memiliki tingkat pendidikan dari SD, SMP dan SMA seolah merupakan pesantren tradisional, apalagi melihat Santri sebagian besar memakai kain sarung, makin terasa tradisionalnya. Mereka adlah generasi penerus bangsa yang perlu perhatian dari sekitarnya termasuk kita yang mampu

gambare Mas Mitra

Ya.. hari itu, Oto Blogger Indonesia (otobloggerindonesia.wordpress.com) punya hajat, merayakan Milad pertamanya dan memilih tempat di Pesantren Yatim dan Orang Yang Takmampu Ulul Ilmi. Mengapa memilih pesantren ? Kesannya gak nyambung banget, biasa ngomong motor atau kendaraan serta hiruk pikuknya kok tiba-tiba masuk pesantren yang cenderung bersifat kerohanian/keagamaan. Apa gak lucu ? Atau ada apanya?

santriwati antusias mengikuti game Eyang Edo

Memang membicarakan perkembangan teknologi dan pasar roda dua, hiruk pikuk politik, multymedia, lebih menarik untuk dibaca daripada ngomong generasi penerus dan harapan bangsa. Mari sedikit buka mata dan buka telinga, sekeliling kita masih sepi meski dipinggiran keramaian. Mereka tak kenal apa itu Internet di zaman Facebook sudah dimiliki anak SD, padahal sebagian dari mereka sudah mengenyam pendidikan setingkat SMU (aliah). Merekapun masih menganggap helm sebagai sekedar piranti anti tilang semata.

Nadi alonrider dan Henry Bodats menerangkan komputer dan multymedia

Nah berawal dari hal semacam inilah, Kang Nugroho Adi atau Bung Nadi (@alonrider) bersama Eyang Edo Rusyanto (@edorusia) mencoba meyakinkan para Obiwan untuk menyatroni Pesantren tersebut. Dan Alhamdulillah acara berjalan dengan baik, meski dalam kesederhanaan, tentu tak lepas dari dukungan rekan semua, pembaca komentator, blogger dan masyarakat lain yang ikut menyumbang, meskipun sekedar doa. Antusias para santri membuatku semangat mengikuti acara yang singkat dan padat, para Obiwan bersinergi mengisi acara, Eyang Edo memberikan materi keselamatan berkendara, melalui berbagai game, dan kang Nadi memberikan materi multymedia. Masih sangat sedikit yang bisa kami sumbangkan, baik materi real maupun pengetahuan. Mudah-mudahan kedepannya akan berkelanjutan. Amin.

Hadir pula Kang Sabdho Guparman (terimakasih tumpangannya), Bro Endrik (sejutaumat.com), terimakasih kepada segenap pihak yang turut andil mensukseskan acara, Koboys, Garuda Food, serta semua yang tidak bisa disebutkan. Majulah anak negeri. Wassalamu’alaikum

tulisan terkait :

Ultah Oto Blogger Indonesia @ Pondok Pesantren Ulul Ilmi…!!! oleh Cak Mitra Wijaya

1st Anniversary Otoblogger Indonesia di Pesantren Ulul Ilmi oleh Azdi Dahlan

Kata Santri Muda Soal Internet oleh Henry “Bodats” Parasian

Santri Bertanya Jarak Aman Berkendara oleh Eyang Edo Rusyanto

Ultah OBI, Aksi Nyata Sosialisi Keselamatan Berkendara di Ponpes Ulul Ilmi oleh Bro Endrik sejutaumat.com

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di pendidikan, Sekitar Kita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Terasingkan Di Pinggiran Metropolitan

  1. mas wahyu berkata:

    ”meskipun sekedar doa”

    Aq dimarahi guru ngajiku ,katanya doa itu jauh lebih baik dari apapun, gak cuma ‘sekedar’

  2. BroArdy berkata:

    Barakallah mas Jamin… mantap 🙂

  3. Ping balik: Pertanggungjawaban Dana Baksos ke Pesantren/Panti Asuhan Ulul Ilmi « Warung Jomblo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s