About Trust


Trust?

Ya saya ingin mengupas sedikit novel virtual yang saya posting sebelumnya, berjudul Trust dan Trust (2). Ya, sudah 2 postingan dan cerita itu belum selesai. Niatanya diseslesaikan di postingan kedua, ternyata otak saya menolak dan justeru berimajinasi liar yang semakin mengembangkan isi cerita. Rencana jadi trilogi, meski kalo dicetak saya berkeinginan jadi satu bundel novel saja.

Sebelumnya saya ingin sampaikan mengapa saya menulis novel di blog ini. Berawal dari kegemaran membaca novel dan beberapa kali merasa tidak puas dengan alur ceria pada beberap novel, saya berpikir, mengapa saya tidak buat cerita saya sendiri, sesuai kemauan dan imajinasi saya. Deal, akhirnya saya pun mulai mereka cerita dan mengetiknya.

Saya mengambil latar cerita di Malang, Jawa Timur. Mengapa Malang? Saya hampir lupa alasan tepatnya, tapi kemungkinan besar karena Bromo dan beberapa destinasi yang saya jumpai di sekitarnya serta kota pelajar yang pernah saya singgahi beberap puluh tahun silam, tepatnya awal milenium.

Trust. Berkisah tentang pemuda yang mengedepankan kepercayaan dan kejujuran. Bahwa dengan kepercayaan dan kejujuran yang dia bangun, maka akan menghasilkan suatu tujuan yang baik, meski tidak sempurna. Khianat adalah kata yang dijauhinya sejauh munkin. Ini sebenarnya bukan saja terkait satu orang itu saja, tapi hampir semua figur yang saya tampilkan mengacu pada trust itu, pada kepercayaan, keyakinan dan kejujuran dan membuat semua saling terkait.

Pemuda itu saya kasih nama Yasir sebagai tokoh utama. Awalnya saya ingin mengambil nama Ilyas, tapi terasa kurang membumi bagi saya yang aseli Banyumas, Jawa Tengah. Dalam kisah inipun Yasir saya tempatkan sebagai pendatang di Malang yang berasal dari Banyumas, tanah kelahiran saya.

Awal dari bagan cerita yang saya buat dalam otak sebenarnya simple banget, sekedar ingin menggambarkan Malang, pertemuan, perpisahan dan perjumpaan kembali. Selesai. Seiring perjalanan pengetikan, ternyata otak saya memiliki imajinasi yang keluar dari bagan. Misal pertemuan kedua tokoh Yasir dan Fany sebagai sesama mahasiswa, cukup sekedarnya, ternyata berubah menjadi pertemuan dengan bumbu perkelahian seru. Ini baru awal cerita, otak saya sudah selingkuh dengan alur cerita lain. Dalam perkelahian itu, awalnya cukup karena menolong dan ternjadi perjumpaan, entah mengapa muncul ide, adanya sumbu dari konflik masa depan. Yasir menemukan sabu-sabu di medan perkelahian. Dan ini menjadi malapetaka di masa depan yang awalnya tidak saya rencanakan. Otak saya tiba-tiba memberikan ide balas dendam dari si orang tua pemilik barang haram tersebut. Bisa dibaca di Trust (2) plot ini. Memang sengaja tidak saya gambarkan detile dari kisah balas dendam ini. Karena saya berencana menjabarkannya pada kisah lain dengan figur utama dari salah satu figuran dalam kisah ini. Biar tidak penasaran, dalam cerita ini ada tokoh bernama Sanjaya, seorang perwira polisi anak dari majikan Yasir yang cukup dekat dengan Yasir. Nah Sanjaya inilah yang akan menjadi tokoh utama dalam novel lain yang entah kapan akan saya tulis. Tentu ceritanya terkait dengan kejahatan dan kepolisian. Bukan saat bersama Yasir saja, tapi mulai dari dia masih single dan sedikit bumbu romansa dengan Rina atau Karina, isterinya. Liar, sangat liar imajinasi saya. Tapi entah kapan bisa saya tulis.

Kembali ke Trust bersama Yasir. Dalam kisah ini saya sisipkan sedikit ilmu manajemen dan juga romansa. Tapi kembali ke trust itu sendiri, seorang Yasir harus mampu menentukan arah cintanya, pelabuhan hatinya akankah mengikuti ego cintanya atau kepercayaan hatinya. Bagaimana dia ditinggal isteri tercinta dan kembali dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Mengabaikan ego dan dipaksa memilih pada pilihan yang benar menurut nurani. Kisah ini akan ada di plot terakhir tinggal finishing dan saya sedang berusaha menekan otak saya agar tidak kembali berselingkuh dengan alur cerita yang akan kembali berkembang dan tidak berujung. Sudah hampir selesai. Bisa dibilang tinggal Epilog dan sedikit Extra part, bisa dibilang seperti itu.

Saya juga membagikan cerita ini perbagian di platform Watpad. Niatnya, selain saya yang baru kenal watpad juga sekalian memperbaiki beberapa pengetikan yang typo. Ada niatan suatu saat akan saya bukukan. Bisa dicek di watpad saya, klik Trust on wattpad. Tentang watpad akan saya tulis lain kali. Insyaa Allah

Apakah ada yang baca? Saya juga tidak tahu, karena sebagian besar pembaca novel lebih suka membaca dari cetakan atau fisik bukan berupa pdf apalgi blog seperti yang saya buat, bikin pusing mata katanya. Padahal yang pusing kan kepala, ya kan, bukan mata. Ya, semoga bisa saya bukukan dan juga dibagikan bagi pembaca yang berminat.

Oh iya, gambaran Bromo ada di post pertama. Dan mendekati akhir cerita saya sedikit berkisah tentang Telaga Sadang di Lamongan. Sedang di Trust 2 saya sedikit menggambarkan Pancuran Pitu di Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Semuanya tidak mendetile, tapi saya tetap ingin mengaitkan destinasi-destinasi elok tanah air dalam cerita saya. Jadi ingat Jogjakarta. Ratusan bahkan mungkin ribuan kisah datang dari kota istimewa ini. dan suatu saat saya ingin menuliskannya. Penggabungan dari berbagai kunjungan yang pernah saya lakukan ke sana.(tri)

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Novel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s