Corona Dan Kebiasaan Makan ‘Segala’ di China


Corona Virus atau dissebut Covid-19 melanda dunia, menjadi pandemi. Virus yang disinyalir berasal dari China, tepatnya Wuhan. Karena pemberitaan yang gencar dan efex sosisal yang luar biasa, hingga mengharuskan lockdown suatu wilayah, membuat saya penasaran. Oh iya, karena Covid-19 ini, saya terpaksa harus kerja dari rumah ata Working From Home (WFH) dan anak-anak saya juga Sekolah di rumah secara on line.

Dilansir Merdeka.com

Virus Corona bersifat zoonosis, artinya ia merupakan penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia. Rabies, Malaria, merupakan contoh dari penyakit zoonosis yang ada. Begitu pula dengan MERS yang ditularkan dari unta ke manusia.

Virus corona bertanggung jawab atas beberapa wabah di seluruh dunia, termasuk pandemi Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 2002-2003 dan wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Korea Selatan pada tahun 2015.

Baru-baru ini, virus corona baru muncul dan dikenal sebagai COVID-19 memicu wabah di Cina pada Desember 2019, dan merebak di berbagai negara sehingga WHO mendeklarasikannya sebagai pandemi global.

Virus Corona dikenal sejak tahun 1937. Nama Corona diambil dari Bahasa Latin yang berarti mahkota, sebab bentuk virus corona memiliki paku yang menonjol menyerupai mahkota dan korona matahari. Para ilmuan pertama kali mengisolasi virus corona pada tahun 1937 yang menyebabkan penyakit bronkitis menular pada unggas. lebih lengkap bisa baca di Sejarah Virus Corona di Merdeka.com

Dari pengetahuan di atas, menyatakan bahwa virus ini bukanlah virus baru, tapi masih satu keluarga dengan virus yang menyebar lebih dahulu. Virus Corona juga disinyalir kuat menyebar melalui kelelawar yang banyak diperdagangkan di pasar basah Wuhan, termasuk binatang liar lain yang kemungkinan sudah terinveksi corona melalui kelelawar seperti trenggiling dan lainnya. Trenggiling merupakan hewan yang cukup di gemari di negeri tirai bambu tersebut.

Jorok, ya kita mengenal binatang-binatang tersebut sebagai hewan yang jorok, apalagi untuk dikonsumsi. Jadi ingat, video viral yang menampilakn seorang perempuan cantik china yang makan dengan lahap aneka sate serangga, mulai dari kelabang, kalajengking dan serangga lainnya yang bagi kita dikenal beracun.

Apakah makanan-makanan yang tak lazim bagi kita tapi wajar di China itu menimbulkan virus atau membangkitkan virus inim karena adanya proses yang sulit dioahami, baik saat proses maupun saat masuk perut? Entahlah

Semoga Covid-19 segera berlalu. Badai terlalu berat untuk dilewati. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah, sehat dan terhindar dari segala amara bahaya.(tri)

 

 

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s