Kereta Api Lokal, Sahabat Baru Saya


Kereta api Lokal atau akrab disebut KA Lokal, yang saya maksud adalah kereta api yang melayani perjalanan dari Purwakarta dan Cikampek dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Tanjung Priuk. Dan Sebaliknya. Kalo tidak salah ada beberapa nama KA Lokal ini, yaitu Jatilur, Walahar Express dan Cilamaya Express.

Tiket murah tanpa tempat duduk.

KA Lokal ini adalah kereta api PSO yang disubsidi Pemerintah, sehingga harga tiketnya juga murah, yaitu 5000 dan 6000 saja. Tapi jangan berharap banyak, jika anda naik kereta api lokal bisa dapat duduk, bahkan di tiket juga ditulis, tanpa tempat duduk. Bukan berarti di dalam gerbong tidak ada tempat duduk, tentu saja ada, layaknya kereta api ekonomi AC pada umumnya. Dengan bangku berhadap-hadapan, 2-3.

Tentu penumpang dari daerah asal pemberangkatan kereta yang kemungkinan besar dapat tempat duduk. Sisanya, berdiri adalah hal biasa, apalagi bagi yang akrab dengan commuter line atau KRL Jabodetabek. Ga bakalan kaget. Tapi bagi yang jarang atau sesekali naik KA lokal, akan beranggapan layaknya naik kereta api ekonomi AC yang seyogyanya dapat duduk, akan sedikit merasa jengah.

Microsleep dan Lalin padat

Lho dari kapan saya bersahabat dengan ka lokal ini? Sebenarnya sudah lama saya naik KA lokal Jakarta – Cikampek – Purwakarta, tapi dulu hanya berteman alias sesekali saja saat pulang atau balik, Bekasi – Karawang.

Dulu, stasiun akhir di Jakarta adalah Stasiun Beos, Jakarta Kota, sejak 2017 beralih ke Tanjung Priuk. Tentu ini lebih menguntungkan bagi saya yang nguli di Jakarta Utara.

Kembali awal mula saya bersahabat dengan ka lokal ini, yaitu semenjak Romadon 1439H yang lalu. Saya yang, semenjak akhir 2016 berpindah domisili ke sisi timur laut Karawang, lebih suka mengendarai sepeda motor, karena saya anggap lebih fleksibel terhadap waktu. Mangkus dan sangkil istilahnya. Dengan sepeda motor, saya bisa berangkat pagi sekalian antar sekolah si kembar, sedang jam pulang kerja yang tidak tentu, juga lebih mudah diakomodir oleh kendaraan pribadi. Sepeda motor juga masih alat transportasi favorit karena mampu menembus lalu lintas yang semakin krodit. Yang pasti, dengan sepeda motor saya tidak terpaku pada jam berangkat maupun pulang.

Sepeda motor masih akrab dengan saya sebagai alat mobilitas pergi dan pulang kerja sampai pada romadon 1439 H, di tengah perjalanan, beberapa kali saya mengalami Microsleep atau tidur sesaat di atas kendaraan dan hampir membuat saya celaka, hampir menabrak kendaraan lain. Karenanya saya dianjurkan oleh isteri untuk beralih ke kereta.

Kereta Terjadwal dan Terbatas, Bus Adalah pilihan yang sulit

Yah, alasan saya bertahan dengan sepeda motor adalah jika naik transportasi umum, saya terdikte oleh waktu. Karena KA Lokal pagi hanya ada 3 pemberangkatan. Berikut jadwal lengkap kereta api lokal Purwakarta – Cikampek – Jakarta Tanjung Priok dan sebaliknya

Oh iya, naik KA lokal ini,bukan berarti saya terlepas dari belenggu roda dua, karena stasiun terdekat, yaitu stasiun Karawang, berjarak 17 kilometer dari tempat tinggal saya. Jadi sepeda motor masih tetap sahabat setia, meski sekedar mengantar dari rumah ke stasiun dan sebaliknya.

Mengapa harus kereta api dan bukan bus? Bagi saya, bus adalah angkutan pilihan terakhir, setelah kereta api dan sepeda motor. Karena bus sangat tergantung kondisi lalu lantas, berbeda dengan kereta api yang memang sudah terjadwal. Apalagi jalur umum tol Jakarta – Cikampek yang memang sedang dalam perbaikan, semakin menghambat perjalanan, termasuk jalur umum non tol, yang biasa saya lewati, ikut terdampak oleh muntahan lalu lintas tol dan pemberlakuan ganjil genap.

Serunya naik KA Lokal, lain kali aja deh.

—————-

Posted from Oppoanane57, di tengah umpel-umpelan KA Lokal

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di angkutan umum dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Kereta Api Lokal, Sahabat Baru Saya

  1. ndesoedisi berkata:

    Kendaraan idola jaman masih suka main ke Mangga Dua liat-liat komputer (tapi ga beli) 😂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s