Kembali Bersama Hayate


Suzuki Hayate, adalah skutik entri level berkubikasi 125cc dari Suzuki roda dua yang masih menganut pengkabutan manual atau karburator. Kalo tidak salah, ini adalah sepeda motor generasi terakhir yang belum menganut sistem injeksi dari Suzuki roda dua.

Suzuki Hayate ke sawah

Jeng Maryate, si Hayate Merah Marun

Saya memelihara si merah marun, Suzuki Hayate lansiran 2011 dari awal tahun 2015. Bisa dianggap ini motor warisan. Sejatinya, si Hayate yang saya beri nama Jeng Maryate (Marun Hayate), diperuntukkan antar jemput sekolah oleh isteri, atau belanja. Tapi semenjak ‘gacoan’ saya si Pasir Putih, Vario 125 kabur tanpa pamit (hilang), maka saya kembali ‘memacari’ Hayate untuk mobilitas kerja, meski sekedar rumah ke stasiun kereta dan sebaliknya. Karena transportasi saya saat ini memang gabungan dari berbagai moda, tidak lagi mengandalkan sepeda motor (lain kali dibahas).

Apa si suka duka memelihara salah satu varian roda dua dari Suzuki, yang identik bandel tapi Spare part mahal dan susah?

Bagi saya, bandelnya dapat, tapi sapre part belum ada kendala. Bahkan saya pernah ganti Vanbelt di bengkel mungil, perorangan, yang mengandalkan trotoar untuk tempat kerjanya, masih dilayani. Dan ga ada kesulitan mencari suku cadang. Mungkin karena fast moving? Bisa jadi. Tapi, untuk merk lain (saya tidak menyebut nama ya) suku cadang fast moving, sekedar kampas rem saja indent. Mungkin kasuistis. Mungkin, tapi bagi saya itu hal yang aneh, karena bukan Suzuki. Kalo, Suzuki ya wajar, memang identik seperti itu. Meski sekali lagi, selama memelihara sepeda motor Suzuki, dari Suzuki Smash 2004, Shogun 125 tahun 2005, Skydrive 2008 dan Hayate 2011, saya tidak mengalami kendala suku cadang.

“Dasar Fanboi kamu Kang!”

Bukan begitu, kalo Fanboi, eh Fanboi apa Fanboy nih ejaan yang benar? Pokoknya konsumen loyal, maksudnya begitu. Saya tidak juga. Karena seperti diatas saya sebutkan, terakhir saya memakai Honda Vario 125 yang mengakhiri masa baktinya karena digondol maling (artikel menyusul), maksudnya, saya pemakai merk lain juga, dan masih banyak lagi produk dari merk selain Suzuki.

Apa yang Saya Suka dari Hayate?

1. Bagian yang paling saya suka dari Suzuki Hayate adalah stoplamp. Tidak ada yang nyamain. Jadi mudah dikenali, terkesan ada 2 lampu, padahal 1 lampu yang dikasih penutup.

2. Yang kedua adalah saku dek atau glove box, keduanya cukup lega. Glove box kiri, untuk menaruh botol minum kapasitas 2 liter, muat. Sedang kanan, bisa untuk barang keci tanpa takut mental keluar, karena saku dek ini cukup dalam.

3. Bagasi luas. Betul, bagasi paling luas di kelasnya, setahu saya. Jangan dibandingkan dengan maxi Scooter dari sebelah ya. Bagasi ini muat hel full face model standar. Bagi saya lebih ke fungsi menyimpan peralatan motor dan jas hujan. Tas kerja juga masuk, jadi tidak perlu nggendong gondal gandul sepanjang perjalanan.

4. Selebihnya, biasa saja. Cenderung boros dibanding skutik injeksi, selisih dikitlah.

Berburu Suzuki Hayate Second, bagi yang ingin memiliki, tentu saat ini tidak tersedia lagi unit baru di dealer, kecuali ada yang sengaja menyimpan, old stok istilahnya. Jadi kalo yang ingin meminangnya, paling berburu rondonya alias second hand. Karena cukup sulit, maklum, sebagian besar pemilik Suzuki adalah die hard, alias konsumen loyal, makanya, cari second juga susah.

Suzuki Adress jadi Labuhan

Karena suzuki Hayate dan Suzuki Skywave cukup sulit didapat dengan harga yang cocok, sebagian konsumen beralih ke Suzuki Adress, si compact yang sudah injeksi dengan tongkrongan yang lebih mungil dibanding Hayate. Unit baru tersedia, dengan harga yang kompetitif tentunya. Saya naksir juga, tapi masih cukup dengan Hayate, untuk saat ini, entah lain kali kalo ada rejeki lebih.

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Kembali Bersama Hayate

  1. ndesoedisi berkata:

    Aku duwe Address lik šŸ˜‚

  2. agoey berkata:

    tapi..klau desain saya suka skywave 125… lebih berasa.l modern dan masih bersaing dengan maxi scoot

  3. ardiantoyugo berkata:

    malah metu nex… bagasine sak upil…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s