LCD Speedo Pulsar Mati Total, Kenapa?


Salam Semox

Salam Semox

Sebelumnya saya berkisah pemasangan Rear Top BOX Kappa K42 di Jalitheng Pulsar 220 saya. Nah pemasangan tersebut belum menyambung lampu box dengan kelistrikan sepeda motor. Saya juga belum memastikan, apakah tinggal sambung dengan socket lampu stop atau perlu penyesuaian.

Kemarin siang saya iseng coba konek kabel lampu box di socket kabel lampu stop Baca lebih lanjut

Spakbor Tambahan ‘Aneh’ Biar tidak Nyiprat


modifikasi spakbor pulsarLihat foto di atas, Ada yang aneh atau unik? Cek juga dari samping kanan, berikut Baca lebih lanjut

(Lagi) Modifikasi Pulsar 220 Merah Full Fairing, Dijual


Dunia modifikasi memang selalu menarik, bagi saya. Apalagi dengan sepeda motor yang sama dengan yang saya miliki. Maklum sepeda motorku cenderung kurang perawatan. Sekedar ngglinding mengantar kerja.

Merah menyalak

Merah menyalak

Sepeda motor di atas adalah milik Bro Adjay Thoktilranganggoembelembel (klik untuk cek di facebook), Baca lebih lanjut

Modifikasi, Mengatasi Jenuh


image

Saya kembali akrab dengan angkot

Kejenuhan, titik kulminasi pada hal tertentu baik benda maupun kegiatan. Misal kendaraan pribadi yang digunakan sehari-hari, seperti sepeda motor atau mobil.
Kiat paling mudah mengatasi jenuh berkendaraan pribadi adalah beralih ke kendaraan umum. Tidak harus terus menerus, sesekali saja jika kurang betah bisa beralih ke kendaraan pribadi kembali, begitu secara kontinyu.

Baca lebih lanjut

Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman


Knalpot bobokan, sebagian wilayah di jawa menyebutnya knalpot blombong, adalah sebutan lain bagi knalpot ‘racing’.
Suara yang dihasilkan oleh knalpot model ini cenderung keras, bahkan beberapa memekakan telinga, karena suaranya melebihi batasan desibel yang nyaman didengar. Tanpa db killer tentunya.

image

Knalpot original pulsar terlalu silent

Judul di atas adalah anggapan saya setelah beberapa hari pergi pulang Jakarta-Karawang. Jalanan di libur lebaran pasca ‘era’ pemudik telah lewat, cukup lengang. Jalanan lega dan menggoda untuk high speed riding. Baca lebih lanjut

Suku Cadang Pulsar 220 Tidak Ada di Katalog Bajaj


image

Masih melanjutkan artikel sebelumnya, yaitu Banjir, Macet dan Kelistrikan Kendaraan dan Kerusakan Kendaraan tidak Sesuai Analisa Indikasi, yang berkisah kerusakan kendaraan saya Jalitheng Pulsar 220, paska menerjang banjir.
Di artikel sebelumnya sudah diservis di bengkel umum, analisa dari indikasi yang ada mengarah pada busi dan karburator. Keduanya sudah selesai diservis, tapi sepeda motor belum ada tanda-tamda membaik. Dugaan sempet mengarah pada CDI. Tapi nanti dulu. Ada part di dekat accu (aki) yang dicurigai jadi biang keladi. Merk OMRON ( type G8HL-1A4T-R 12VDC 120ohm) made in Thailand, berkaki 4 mirip relay tapi berukuran kecil jika dibanding merk BOSCH yang saya kenal. Di bengkel tersebut tidak tersedia part asing ini. Baca lebih lanjut

30rbKM Bersama Jalitheng


pulsar220 danau pluit

Jalitheng adalah nama yang saya berikan pada motorku, Bajaj Pulsar 220 DTSi-F. Sepeda motor yang dibeli pada bulan Juni 2011 ini sudah menempuh jarak 30 ribu kilometer lebih. Sedang saja, dengan umur pakai 2,5 tahun, jarak 30 ribu km sepertinya masih pendek. Maklum si Jalitheng hanya motor harian buat nguli, tidak pernah menempuh jarak jauh layaknya touring. Paling jauh adalah ke Sukabumi, dengan jarak tempuh sekira 150 km. Selebihnya bepergian dengan kisaran 100 km, seperti Cianjur, mudik Karawang dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.656 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: